Tim Jokowi Soal Amien Rais Dipanggil Polisi: Hadapi dengan Ksatria

Foto: Kumparan

Koordinator Jubir Timses Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, menuding ada upaya politik tak sehat terkait pemanggilan Amien Rais oleh polisi terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Amien Rais merupakan anggota dewan pembina tim pemenangan Prabowo-Sandi.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Johnny G Plate merespons hal tersebut. Johnny mengatakan alangkah baiknya Amien Rais bersikap menghormati hukum. Jhonny menyarankan agar Amien datang saja ke Polda Metro untuk memenuhi panggilan polisi.

"Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban hukum yang sama, perlakuan hukum yang juga sama (equality before the law) termasuk Pak AR," kata  Johnny kepada kumparan, Selasa (9/10).

"Karenanya Pak AR sebaiknya hormati hukum, tidak perlu takut dan hadapi secara ksatria. Kami serahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat hukum termasuk dalam hal ini polisi. Kami juga tentu memberikan apresiasi kepada Polri yang secara sigap dan cepat membongkar kebohongan RS," jelasnya.

Johnny mengatakan, sejauh ini polisi telah bertugas menjaga Pilpres dan Pileg 2019 dari kejahatan politik. Ia berharap di masa kampanye yang tersisa hingga 2019, para paslon dapat saling adu gagasan, hingga adu program untuk masyarakat.

"Polri telah menyelamatkan demokrasi kita, pilpres dan pileg dari kejahatan politik. Semoga masa kampanye yang tersisa beberapa bulan kedepan dapat diisi dengan ajang adu gagasan, ajang adu program, ajang adu integritas dan ajang adu kerja nyata," kata  Johnny.

Lebih lanjut ia juga  berharap tak ada kabar hoaks hingga berita bohong berseliweran di masyarakat jelang Pilpres 2019. "(Saya harap) ruang publik tidak lagi dipenuhi dengan berita bohong, hoax, hate speech dan adu domba antar masyarakat," jelas  Johnny.

Sebelumnya koordinator juru bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, melihat pemanggilan Amien Rais dari sudut pandang berbeda. Dahnil menilai, sejak kasus ini bergulir, terdapat upaya menjatuhkan tokoh-tokoh di struktur timses Prabowo-Sandi.

"Tentu kami pahami panggilan-panggilan itu sebagai upaya politik yang tidak sehat di tengah pilpres seperti ini bagi kami," kata Dahnil.

"Tapi kemudian ternyata beberapa tokoh-tokoh yang menjadi korban kebohongan justru ada kecenderungan dikriminalisasi," ungkap Dahnil. [kumparan.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel