Timses: Jokowi Begitu Perhatian ke Umat, Wajar Masuk Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia


Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj masuk jajaran 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia pada 2019 berdasarkan rangking kumulatif 10 tahun terakhir. Catatan tersebut dijabarkan dalam buku "The Muslim 500" terbitan Jordan National Library.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menganggap wajar Jokowi masuk dalam daftar tersebut. Menurutnya, calon presiden nomor urut 01 itu memang memiliki perhatian yang besar kepada umat Islam di Indonesia.

"Wajar diberi label seperti itu karena Beliau memperhatikan umat Islam, muslim, dan didukung oleh umat Islam. Pak Jokowi begitu besar perhatiannya terhadap umat, salah satunya lewat kebijakan pemberdayaan pesantren," kata Karding saat dihubungi Okezone, Jumat (19/10/2018).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu melanjutkan, dalam beberapa bulan terakhir Jokowi acap kali mendapat apresiasi dan pujian dari dunia internasional karena keberhasilannya menyelenggarakan acara akbar di Indonesia.

"Dalam beberapa bulan terakhir nama Pak Jokowi di dunia internasional diakui mulai dari kesukseskan IMF, Asian Games, Para Games dan banyak pujian lagi dari dunia internasional. Itu menunjukkan bahwa kita punya pemimpin berkelas dunia dan diakui dunia," ujar Karding.

Anggota TKN lainnya, Indra Hakim Hasibuan menganggap masuknya Jokowi sebagai salah satu tokoh muslim berpengaruh di dunia adalah bukti konsistensi yang bersangkutan dalam memperjuangkan hak umat Islam di Indonesia.

Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu yakin masuknya nama Jokowi sebagai salah satu tokoh muslim berpengaruh telah melalui seleksi yang ketat dan melihat hasil perjuangan capres petahana tersebut. "Hal ini pun menangkis isu Pak Jokowi tidak berpihak kepada umat Islam," imbuh Indra.

Selain Kiai Said dan Joko Widodo, buku tersebut juga memasukan sejumlah tokoh Indonesia dalam 500 tokoh Islam paling berpengaruh di dunia tahun 2019. Sederet nama tersebut antara lain, Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nasir; Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand, KH Yahya Cholil Staquf; Ketua Umum MUI nonaktif, KH Ma'ruf Amin; Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin; hingga Panglima Besar Banser NU, Habib Lutfi bin Yahya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel