TKN Sebut Kesalahan Pemerintah Jokowi Terus Dicari-cari


Sejumlah Anggota Badan Pemenangan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno beberapa kali mengkritik sistem koordinasi yang dilakukan oleh pemerintah. Sebelumnya, sistem koordinasi pemerintah dipersoalkan oposisi menanggapi polemik Dirut Bulog dengan Menteri Perdagangan.

Setelahnya, soal koordinasi ini juga tak luput dari sasaran kritik kubu Prabowo-Sandi menyikapi kenaikan harga BBM jenis Premium yang kemudian dibatalkan kembali oleh pemerintah.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Razman Arif Nasution pun bersikap mengenai hal tersebut.

"Mana (kebijakan pemerintah) yang tidak dicari (kesalahannya), semua dicari-cari. Ratna Sarumpaet itu kalau misalnya tidak cepat mengaku itu akan digiring bagai bola salju," kata Razman usai diskusi Polemik MNC Trijaya FM, Cikini, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

"Seolah olah ini ada penculikan kepada seorang ibu-ibu umur 70 tahun tapi faktanya terbuka sekarang," tambah Politikus PKB itu.

Anehnya, sambung Razman, sejumlah elit pendukung kubu Prabowo-Sandi menuding tim pendukung Jokowi-Ma'ruf mempolitisasi kasus Ratna Sarumpaet. Sementara dugaan politiasasi sudah dilakukan kubu Prabowo-Sandi dengan ikut menyampaikan kebohongan Ratna kepada publik melalui pribadi maupun konferensi pers.

Kembali ke masalah koordinasi yang dilakukan pemerintah, Razman meyakini koordinasi antar instansi sudah berjalan baik dan maksimal. Menurutnya, sistem koordinasi yang dilakukan pemerintah Jokowi jauh lebih baik jika dibandingkan dengan koordinasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode berkuasa. [sindonews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel