Elektabilitas Diklaim Tipis, TKN Jokowi: Sandiaga Kebanyakan Sandiwara


Sandiaga Uno menyatakan elektabilitasnya bersama capres Prabowo Subianto sudah sangat mendekati petahana, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf menepisnya dan menyebut Sandiaga berbohong.

"Kalau bicara soal survei internal kita nggak bisa ngukur karena itu urusan mereka. Jadi terserah mereka mau ngomong berapa," ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).

Karding meminta Sandiaga mempublikasikan survei internalnya yang selama ini digembar-gemborkan sudah di atas angin. Ia juga meminta survei dipublikasikan dengan transparan, termasuk metodologi dan respondennya.

"Agar kelihatan survei itu benar ada atau nggak, jangan-jangan cuma hoax alias bohong. Kedua supaya publik tahu metodologinya benar, ambil sampelnya benar, kaidah-kaidah ilmiah juga benar, jadi terbuka gitu," ucap Karding.

Politikus PKB ini pun meragukan pernyataan Sandiaga. Menurut Karding, cawapres nomor urut 02 itu hanya membual saja.

"Kalau saya sih anggap itu pasti bohong karena selama ini Sandi banyak bohongnya, terlalu banyak sandiwaranya," sebut anggota Komisi III DPR itu.

Senada dengan Karding, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate pun meragukan survei internal Prabowo-Sandiaga. Survei internal pasangan nomor urut 01 disebut masih tetap menunjukkan Jokowi-Ma'ruf unggul.

"Hehehe hasil survei internal tersebut siapa yang tahu? Banyak ahli survei yang justru minta hasil itu dirilis agar bisa diuji metodologi dan analisanya, apakah dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Kami juga mempunyai hasil survei dengan dasar akademik yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Johnny, terpisah.

Dia juga menyinggung hasil survei lembaga-lembaga lain yang mayoritas menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih berada jauh di atas Prabowo-Sandiaga. Johnny menyebut, selisihnya masih di atas 20%.

"Kami secara serius memperhatikan tren hasil survei dari banyak hasil survei lembaga survei independen yang sudah dirilis termasuk hasil survei terakhir yang dirilis Populi Center yang menyebutkan bahwa selisih antara paslon 01 dan paslon 02 semakin menjauh (paslon 01 : 54,1% dan paslon 02: 31%, jarak semakin lebar saat ini lebih dari 23%)," ungkapnya.

Secara survei internal, Johnny menyebut elektabilitas jawaranya berada di atas angka 56%. Namun TKN tak mau menyebut angka pastinya.

"Hasil internal TKN tidak untuk diumumkan namun paslon 01 pada kisaran 56 % jauh di atas paslon 02," urai Johnny.

Sebelumnya diberitakan, Sandiaga menyebut jarak elektabilitasnya dengan Prabowo hanya terpaut tipis dari Jokowi-Ma'ruf. Ia mengklaim elektabilitas di survei internalnya sudah melewati angka 40 persen. Dia mengklaim selisihnya sudah single digit di kisaran angka 7-9 persen.

"Terus kita naik. (Kubu sebelah) di bawah angka 5. Ini terbukti strategi kita diterima masyarakat. Selisihnya di bawah 10 persen. Kita sudah di angka 40 itu selisihnya antara 7-9 persen," ujar Sandiaga GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (7/2). [detik.com]

Iklan Atas Artikel