Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin Unggul di 6 Pulau


Hasil survei Celebes Research Center (CRC) menyatakan pasangan urut nomor 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin meraih elektabilitas yang tinggi hampir di seluruh pulau di Indonesia. Mereka hanya kalah tipis dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pulau Sumatera.

Direktur Eksekutif CRC Herman Heizer mengatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin menang telak di 6 pulau yang ada di Indonesia, dari 7 pulau yang dimiliki Indonesia. Keenam pulau itu adalah Pulau Jawa, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Pulau Papua.

"Jadi enam dari tujuh pulau, nilai elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin sangat unggul bila dibanding suara pasangan Prabowo-Sandiaga," kata Herman di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu, 10 Februari 2019.

Herman mengatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf mempunyai elektabilitas paling tinggi sebesar 86,7 persen di Papua, sedangkan 6,7 persen dimiliki oleh Prabowo - Sandiaga Uno, sisanya 6,7 persen tidak menjawab.
Kemudian, kata Herman, nilai tinggi pasangan nomor urut 01 juga diikuti dengan Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Pulau Jawa.

"Di Nusa Tenggara dan Kalimantan tinggi, angka elektabilitasnya masing-masing 81,7 persen dan 61,7 persen," ungkap dia.

Pulau Sumatera, lanjut dia, memang Prabowo - Sandiaga Uno menang. Namun, elektabilitasnya hanya selisih tipis.

"Elektabilitas Prabowo 44,8 persen di Sumatera, Jokowi 36,7 persen, dan sisanya 17,6 persen masih belum tahu atau tidak jawab," tuturnya.

Herman menyebutkan lingkup survei yang dilakukan CRC yakni masyarakat yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Jumlah sampel yang digunakan penelitian sebanyak 1.200 responden.

"Dengan metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan dugaan kurang lebih 2,83 persen. Sampel berasal dari 34 provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional," ucap Herman.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung atau face to face. "Gunakan kuisioner oleh pewawancara yang sudah terlatih. Waktu wawancara lapangan 23-31 Januari 2019," jelas dia. [medcom.id]

Iklan Atas Artikel