Ibu Iriana Jokowi dan Istri Anggota Kabinet Sosialisasi Deteksi Dini Kanker


Ibu Negara Iriana Jokowi dan Organisasi Aksi Solidaritas (Oase) Kabinet Kerja mensosialisasikan deteksi dini kanker melalui IVA Test, di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (7/2/2019).

Sebanyak 3.000 pekerja wanita di Sumedang mengikuti pemeriksaan yang bisa mendeteksi kanker mulut leher rahim tersebut. Acara digelar di PT Kahatex.

Ibu Negara Iriana Jokowi dan istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla bersama rombongan para istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Oase melakukan sosialisasi pencegahan dan deteksi dini kanker bagi pekerja wanita. Acara berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Anggota Pengurus Oase, Marifah Hanif Dhakiri mengatakan, Oase dan Kemenaker melakukan tes IVA sebagai bagian dari pencegahan dan deteksi dini kanker mulut leher rahim bagi para perempuan.

"Kita ingin menyehatkan para pekerja perempuan Indonesia. Agar mereka lebih sehat sehingga produktivitas pun meningkat," katanya saat memberi sambutan di pemeriksaan IVA Test di PT Kahatex, Sumedang, Kamis (7/2/2019).

Marifah mengatakan, penciptaan tenaga kerja yang produktif merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah saat ini. Produktivitas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

"Rendahnya status kesehatan tenaga kerja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja, kemudian mengakibatkan terjadinya tingkat upah rendah," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, kegiatan ini diharapkan dapat membantu para pekerja perempuan untuk meningkatkan status kesehatannya dalam mencegah dan mendeteksi secara dini terjadinya kanker mulut leher rahim.

Data Kemenaker mencatat sejak tahun 2015 sampai Juli 2018, telah dilakukan pemeriksaan IVA terhadap 15.225 orang pekerja perempuan. Dalam setiap kegiatan dilakukan sosialisasi dan pemeriksaan IVA serta pemberian vitamin.

Marifah melanjutkan, selain pencegahan kanker leher rahim Oase juga mengkampanyekan gerakan cuci tangan bersih. Hal ini didasari karena kesadaran mencuci tangan belum meluas di Indonesia. Selain itu Oase juga mensosialisasikan tentang bagaimana mengolah sampah lingkungan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

"Bagaimana kita membiasakan diri hidup sehat jika sampah disekitar kita juga tidak terurus," katanya. [sindonews.com]

Iklan Atas Artikel