JK Tegaskan Alasan Dukung Jokowi: Tak Otoriter dan Anti-Nepotisme


Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sempat mengungkapkan alasannya mendukung capres Joko Widodo karena Jokowi tak otoriter. Kali ini, JK menegaskan lagi alasan itu dengan menambahkan bahwa Jokowi tak pernah nepotisme.

"Kalau kita lihat sejarah, negara-negara yang jatuh itu dua (alasannya), otoriter dan nepotisme. Jokowi sama sekali tidak ada di situ, dia tidak otoriter, karena selalu semua hadir rapat kan demokratis itu kan juga di kabinet," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

"Kedua, tidak ada keterlibatan keluarganya sama sekali dalam ekonomi dalam hal politik. Buktinya putra beliau, satu catering, satu jualan pisang. Sama sekali tidak ada nepotisme di sini, jadi kita bisa aman," jelasnya.

JK mencontohkan bagaimana Venezuela jatuh karena rezim yang otoriter dan nepotisme. Begitu pula yang terjadi pada Orde Baru di Indonesia.

"Venezuela jatuh karena apa? Otoriter kan, dan juga nepotisme, kita alhamdulillah. Zaman Pak Soeharto juga jatuh karena apa? Otoriter dan nepotisme kan. Nah yang paling bersih dari situ, calon ini ya Pak Jokowi. Itu kita harus arif melihatnya," tutur JK.

Sebelumnya JK dalam sebuah video yang beredar mengatakan bahwa salah satu alasannya mendukung Jokowi karena mantan Gubernur DKI itu tak otoriter.

"Saya ingin sampaikan sama Anda bahwa Pak Jokowi pemimpin yang egaliter yang selalu mendahulukan kebersamaan, kadang-kadang kami memang repot karena terlalu banyak rapat, kadang-kadang 1 tahun 200 kali. Tapi ini salah satu ciri pemimpin yang egaliter ingin mendengar semua pandangan orang, tidak otoriter," kata JK, Minggu (3/2).

Selain itu, JK menilai sosok Jokowimerupakan yang terbaik dari kandidat yang ada. Sebab ia mengaku selalu bersama-sama dengan Jokowi selama 4 tahun terakhir.

"Kenapa kita sepakat pilih nomor 1, tentu yang paling bisa menjawab itu saya sebenarnya, karena saya harus bersama-sama sudah 4 tahun dengan beliau. Saya dapat melihatnya dari dalam dan dari luar. Mungkin beliau bukan yang terbaik tapi yang jelas yang terbaik yang ada. Silakan pilihan kita cuma dua," ungkapnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel