Jokowi Jelaskan Tuduhan Antek Asing, TKN: Selama Ini Diam, Sekarang Harus Dijawab!


Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mulai menjawab tudingan-tudingan miring kepada dirinya yang dilangsungkan oleh lawan politiknya. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding menyebut, sikap itu dilakukan oleh calon petahana untuk menunjukkan kepada masyarakat kalau kompetitornya di perhelatan Pilpres 2019 memang tak memiliki kualitas dan hanya bisa melakukan fitnah.

“Pak Jokowi ingin memberitahu kepada masyarakat tentang siapa sesunggguhnya kompetitornya. Kompetitornya tidak lebih dari calon yang memiliki rekam jejak yang tidak baik,” kata Karding kepada Okezone, Senin (4/2/2019).

Politikus Partai Kebangkita Bangsa (PKB) itu menambahkan, orang nomor satu di Tanah Air itu ingin memberikan pelajaran politik yang baik kepada warganya. Di mana dalam berpolitik itu sangat dilarang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan yang ingin diraihnya. Apabila itu dibiarkan, maka kerja keras beliau selama ini dalam membangun Indonesia akan terasa sia-si

“Apa yang disebut pendidikan politik, bahwa dalam politik itu jangan menghalangi segala cara dalam meraih tujuan-tujuan kekuasaan,” kata dia.

Yang dimaksud dengan menghalalkan segala cara, lanjut dia, dengan menebar hoaks dan rasa pesimisme kepada masyarakat. Ia berharap setelah beliau menjelaskan segala fitnah itu akan menaikkan elektabilitas Jokowi jelang hari pencoblosan yang jatuh pada 17 April 2019 mendatang.

"Pak Jokowi selama ini diam. Nah, kali ini, harus menjawab itu agar masyarakat tidak termakan oleh isu-isu yang seluruhnya palsu,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi kembali menjawab isu-isu yang sempat diarahkan kepadanya seperti tudingan antek asing. Dia mempertanyakan siapa sebenarnya antek asing.

Jokowi meminta lawan politiknya tidak asal menuduh orang lain sebagai antek asing, padahal mereka sendiri menggunakan konsultan asing dalam berpolitik.

"Yang antek asing siapa? Jangan begitu dong. Maksudnya, jangan tunjuk-tunjuk dia antek asing, padahal dirinya sendiri antek asing,” kata Jokowi saat berpidato di depan ribuan pendukungnya dari Sedulur Kayu dan Meubel (Sekabel) di De Tjolomadoe, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kemarin. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel