Jokowi: Tak Ada Ketakutan Sedikitpun di Hati Ambil Keputusan Politik


Calon Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan soal keputusan dirinya membangun Mass Rapid Transit (MRT) saat dia menjabat Gubernur DKI Jakarta. Dia mengatakan keputusan tersebut politis.

Dia mengatakan, dirinya berani memutuskan bangun MRT yang tak pernah dieksekusi selama 26 tahun. Lamanya pengambilan keputusan itu karena kepemimpinan sebelumnya selalu menghitung untung dan rugi.

"Waktu jadi Gubernur (DKI Jakarta), kita memutusakn MRT. Kenapa saya berani? Karena ini sudah 26 tahun direncanakan. Kenapa tidak segera diputuskan, karena dari hitungan kalkulasi terus dihitung, selalu hitungannya dalah rugi, sehingga tidak berani diputuskan sampai 26 tahun," kata Jokowi di hadapan puluhan ribu Alumni SMA Jakarta BerSATU di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Dia menjelaskan, jika pemerintah selalu menghitung untung dan rugi, maka pengambilan keputusan memang akan lama diambil. "Pasti sampai kapanpun kita tidak pernah akan membangun MRT," katanya.

Untuk itu, kata Jokowi, jika mengambil keputusan untuk bangun infrastruktur, harus ada perhitungan ekonomi makronya. Dia mengatakan, dirinya pernah melakukan penghitungan kerugian negara akibat kemacetan di Jakarta. Dari konsumsi BBM akibat kemacetan, negara rugi hingga Rp 65 triliun.

"Sekarang ini kerugian kita kurang lebih Rp 100 triliun karena kemacetan. Kalau hitungannya MRT hanya untung rugi, nggak mungin kita putuskan. Tetapi karena kerugian makro yang dihitung itu," katanya.

Dia mengatakan, keputusan membangun MRT itu merupakan keputusan bersifat politis. Dia mengatakan, dirinya menerima jika keputusannyta itu mendapat 'cemoohan' dari publik.

Dia bahkan menegaskan, tidak ada ketakutan sedikitpun dari dirinya dalam mengambil keputusan politik.

"Ini keputusan politik yang saya ambil dengan semua risiko yang juga pasti saya terima. Ada yang caci maki saya silakan, ada yang hina silakan, nggak apa, ada yang fitnah-fitnah silakan, tapi itu adalah sebuah keputusan politik bukan hitung untung dan rugi. Tidak ada rasa takut sedikitpun di hati saya dalam setiap memutuskan keputusan politik yang penting," katanya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel