Keluarga Korban Tragedi Trisakti 1998 Dukung Jokowi-Ma'ruf


Kekerasan Hak Asasi Manusia (HAM) kepada beberapa mahasiswa Trisakti atau biasa dikenal dengan Trisakti 1998 belum juga terungkap hingga berjalan 21 tahun. Harapan pun terus berdatangan dari keluarga korban.

Keluarga korban yang tewas dalam Tragedi Trisakti 1998 menyambangi Kantor Media Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka tegas menyatakan arah dukungan politik di Pilpres 2019.

Seperti Ibu dari korban Tragedi Trisaksi, Heri Hertanto yaitu Lasmiati yang sangat berharap dan mendukung kepada Joko Widodo (Jokowi) untuk dapat menyelesaikan kasus pelanggaran HAM kepada sang anak.

“Iya saya dukung pak Jokowi. Saya yakin pak Jokowi itu akan menyelesaikan masalah ini dengan adil. Saya berharap periode kedua ini pak Jokowi bisa menyelesaikannya,” ungkap Lasmiati di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

Apalagi, kata dia, sampai presiden sebelum Jokowi belum ada yang mampu menyelesaikan tragedi Trisakti itu. Sehingga Lasmiati menegaskan untuk mendukung Jokowi lantaran menilai sang petahana tidak punya beban di masa lalu. Sehingga tidak memiliki beban untuk bisa menyelesaikan kasus tersebut.

“Dia kan tidak terlibat masalah masa lalu gitu,” kata Lasmiati.

“Jadi kalau terpilih kembali kita mudah-mudahan berdoa saja pak Jokowi bisa menuntaskan kasus ini paling tidak kita minta diakuin saja anak kita itu ditembak oleh negara,” kata Lasmiati menambahkan.

Senada dengan Lasmiati, Ibunda dari Hendriawan Sie yakni Karsiah mengatakan bila juga akan menduking Jokowi kembali menjadi kepala negara. Mengingat sosok Jokowi memiliki sikap berbeda terhadap pihak keluarga korban.

"Buktinya dia sering undang kami. Jadi, bukan kami yang minta diundang. Dia yang mengundang," kata Karsiah.

Berbeda, kakak dari Hafidin Royan, Huda Nurjanti mengaku dirinya belum untuk mendukung Jokowi. Dimana ia berharap terdapat titik terang siapa yang bertanggung jawab atas penyerangan itu.

“Kami selalu dari awal sampai sekarang menuntut kejelasan siapa yg bertanggung jawab. Bukan pelaku ya, jadi penanggung jawab. Jadi yang bertanggung jawab terhadap penembakan itu siapa. Itu dari awal sampai sekarang pertanyaannya begitu,” kata Huda. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel