Kesederhanaan Jokowi di Mata Agum Gumelar


Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Agum Gumelar mengenal dekat Presiden Joko Widodo. Jokowi dinilai Agum sebagai sosok pemimpin yang sederhana.

Agum menceritakan awal perkenalannya dengan Jokowi pada 2011. Saat itu, Agum ditunjuk sebagai ketua komite normalisasi PSSI untuk membuat kongres. Agum memutuskan kongres digelar di Solo, dan Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

"Selama 10 hari di Solo selama itu Wali Kota selalu bantu dan dampingi saya. Jadi selama 10 dengan beliau saya perhatikan Wali Kota sederhana sekali," kata Agum dalam acara 'Deklarasi Bravo Cijantung for Jokowi-Amin' di Jakarta, Selasa, 5 Februari 2019.

Agum mengatakan selama 10 hari itu, Jokowi tak segan mengajaknya makan di pinggir warung. Mantan Danjen Kopassus itu juga mengaku heran Jokowi mampu menjadi Wali Kota Solo dua periode tanpa melakukan kampanye. "Periode kedua beliau enggak kampanye 90 persen suara, artinya apa ini orang dari hati saya sudah dapat kepercayaan dari rakyat," ujarnya.

Tak sampai di situ, Agum juga sempat sangsi saat Jokowi dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun, keraguan Agum terjawab setelah Jokowi memenangkan Pilkada DKI, bahkan terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2014.

"Saat beliau menang saya perhatikan terus, kita ke depan di era global kita perlukan pemimpin yang bisa jadi kepala pelayan masyarakat, peran swasta di era global akan makin kecil," ucap dia.

"Tugas pemerintah berdayakan mereka, jadi cari pemimpin yang bisa jadi kepala masyarakat, di mana dia orangnya," pungkasnya. [medcom.id]

Iklan Atas Artikel