Petinggi TKN Jokowi Rapat Bahas Strategi 'Perang Total'


Sejumlah para petinggi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, hari ini berkumpul di Gedung High End. Mereka melakukan rapat pleno yang dipimpin langsung oleh Erick Thohir dan Moeldoko.

Sebelum memulai rapat, Wakil Ketua TKN, yang juga merangkap sebagai Ketua Harian TKN Moeldoko, menyampaikan, saat ini strategi yang digunakan pihaknya diistilahkan dengan perang total.

"Strategi, saat ini kita menyebutnya dengan istilah perang total. Di mana hal-hal yang kita kenali adalah menentukan center of gravity dari sebuah pertempuran itu. Kita sudah memiliki center of gravity itu, sehingga kita tahu harus bagaimana setelah mengenali center of gravity itu," ucap Moeldoko di Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (13/2).

Selain itu, masih kata dia, konsep yang akan dikedepankan adalah akan selalu mendahului. "Di mana kita tidak mau fotocopy. Jadi yang kita lakukan adalah betul-betul sesuatu yang baru dan kita tidak mau mengikuti apalagi fotocopy," jelas Moeldoko.

Karenanya, masih kata dia, dipastikan semuanya terlaksana dengan baik, terkontrol dan akan dievaluasi dari waktu ke waktu. Selain itu, semua komponen dari kekuatan TKN akan dikerahkan seluruhnya.

Moeldoko juga menjelaskan, di setiap daerah akan digunakan strategi berbeda. Tergantung bagaimana isu di tingkat lokalnya.

"Bukan lagi potensi (kekuatan) tapi kita menuju kepada kekuatan, kita kenali semua target-target, strategi yang kita terapkan dengan isu lokal, tidak harus terkonsentrasi, tapi karakteristik daerah memiliki karakter yang berbeda. Semua itu terorganisir dengan baik dan kita bisa baca hasilnya. Itulah kira-kira yang kita lakukan. Kita tidak bicara perang taktis, karena itu bagian yang saya sembunyikan," tukasnya.

Dia menepis bahwa menggunakan istilah perang total lantaran suara pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf ini stagnan.

"Itu perebutan total. Kita tidak ingin dalam persentase rendah. Kita ingin menang dengan persentase yang optimum. Itulah yang akan kita lakukan. Sehingga totalitas yang kita dengungkan," jelas mantan Panglima TNI ini.

Dia juga menuturkan, target suara nasional yang akan diraih, dikisaran 70 persen suara.

"Kalau saya berbicara dengan berbagai daerah, dia berani menentukan. Para pemimpin daerah yang sudah bersatu dengan kami, masing-masing sudah menentukan. Antara 70 persen," pungkasnya. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...