Presiden Jokowi Janji Beri Tunjangan Kinerja Maksimal Bagi Pegawai Kementerian ATR/BPN


Meskipun belum sampai di meja kerjanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan memberikan tunjangan kinerja yang maksimal bagi para pegawai kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kerja kerasnya.

“Saya nggak tahu diajukan ke saya berapa, saya nggak tahu. Tapi akan saya berikan yang paling maksimal karena ini adalah sebagai ucapan terima kasih yang ingin kita berikan kepada seluruh jajaran kantor-lantor wilayah, kantor-kantor BPN di seluruh tanah air,” kata Presiden Jokowi saat mengawali sambutannya pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian ATR/BPN Tahun 2019, di Istana Nergara, Jakarta, Rabu (6/2) siang.

Sebelumnya dalam laporannya Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jali menyampaikan mengenai upaya permohonan usulan kenaikan tunjangan kinerja bagi pegawai pada Kementerian ATR/BPN.

“Tunjangan kinerja pegawai yang saat ini diterima sebesar 60%. Insya Allah, jika Bapak Presiden berkenan, Kami mengusulkan kenaikan menjadi 70% hingga 80%,” ucap Sofyan.

Target Terlampaui

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN , dari pusat sampai daerah, karena target yang diberikan pemerintah selalu terlampaui.

Presiden Jokowi memukul gong tanda pembukaan Rakerna Kementerian ATR/BPN, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/2) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

“Yang dulu-dulu 500 ribu, kemudian 5 juta lebih. Loncatannya itu 10 kali lipat. Jangan keliru. Sebuah loncatan yang sangat tinggi sekali, kemudian meloncat lagi menjadi menjadi 7 juta, menjadi 9 juta. Ini kan loncatan-loncatan seperti itu yang memang harus kita berikan apresiasi dan kita berikan penghargaan,” ujar Presiden.

Diakui Presiden, bahwa seluruh jajaran BPN sudah bekerja siang malam. Dirinya pun mengetahui, hal itu dilakukan untuk mengejar target yang diberikan pemerintah, karena setiap dirinya berkunjung ke daerah pasti yang ditanyakannya adalah ada tidak sertifikat yang bisa diberikan.

“Kalau saya telepon Pak Menteri selalu bilangnya Siap, Pak. Siap, Pak. Saya turun ke bawah ya bener, siap bener. Artinya, memang memang benar-benar bahwa di daerah itu sudah siap untuk pembagian sertipikat, meskipun waktu yang kita berikan hanya sangat singkat,” ungkap Presiden Jokowi seraya menambahkan, artinya kalau kita mau, kita bisa, dan ini sudah kejadian di kantor-kantor BPN.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, dan Sekreatris Kabinet Pramono Anung. [setkab.go.id]

Iklan Atas Artikel