Program SDM Diyakini Terus Meningkat bila Jokowi Lanjutkan Pemerintahan


Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan calon (Paslon) Joko Widodo-Kiai Ma'ruf Amien serta Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno sama-sama mengklaim jika mereka memiliki program yang kongkrit terkait pengembangan sektor Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Wakil Ketua BPN, Mardani Ali Sera, menyinggung soal kualitas SDM di Indonesia. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengusulkan agar negara mengimpor guru dari Finlandia dan Eropa guna memperbaiki kualitas SDM di Indonesia.

Visi-misi Paslon nomor urut 02 yang mengusung slogan Indonesia adil makmur memang menekankan kemandirian SDM dan sumber daya pangan. Berkali-kali kubu BPN mengkritisi soal lemahnya kedua hal tersebut, sehingga berdampak pada lemahnya pembangunan ketahanan nasional.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Banten Jokowi-Ma'ruf, Wawan Iriawan menegaskan, bahwa program-program pasangan nomor urut 01 memperlihatkan arah kebijakan yang fokus pada pengembangan SDM.

"Pak Jokowi memfokuskan pada pengembangan sumber daya manusia. Tentunya, dengan lebih dulu membuat fondasi pembangunan infrastruktur pada periode pertama," katanya, di kawasan Serpong, Selasa (26/2/2019).

Dia memastikan, pada periode kedua nanti, Jokowi akan berfokus mewujudkan SDM Indonesia yang unggul, terampil, dan memiliki daya saing untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

ADVERTISEMENT

"Kami optimistis Indonesia akan semakin maju dengan sumber daya manusia berkarakter, cerdas, memiliki kompetensi dan berdaya saing di tingkat global. Ini tawaran program yang solutif dan jelas akan dilaksanakan pemerintahan Jokowi pada periode berikutnya," jelas Wawan.

Menurutnya, ada beberapa program yang digaungkan Jokowi, seperti Kartu Sembako, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra-Kerja, dan SDM Premium. Untuk Kartu Sembako misalnya, program itu diperuntukan bagi rakyat berpenghasilan rendah agar mereka memiliki keterjangkauan membeli Sembako dengan harga murah.

"Kebutuhan dasar rakyat harus betul-betul dipenuhi. Tapi tentunya, pemerintahan Jokowi akan melanjutkan program PKH dan Bantuan Pangan Non tunai yang selama ini berjalan," kata dia.

Dikatakan Wawan, Jokowi akan segera menerbitkan KIP Kuliah yang merupakan kelanjutan dari program KIP sebelumnya, dimana sudah diterapkan untuk pelajar dengan ketentuan wajib belajar sembilan tahun. Program KIP Kuliah ini diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi tanpa terbebani dengan biaya kuliah.

"Tidak ada halangan bagi anak bangsa yang cerdas dan memiliki potensi untuk maju terus dengan menyelesaikan kuliahnya hingga Sarjana. Kebijakan ini jelas mendorong agar SDM Indonesia betul-betul unggul dan berdaya saing," ujar Wawan.

Selanjutnya, untuk program Kartu Pra-Kerja. Wawan mengungkapkan, jika program itu dibuat agar tenaga kerja Indonesia memiliki kemampuan dan keterampilan di bidangnya. "Dengan demikian, pemerintah akan hadir memberikan kemampuan dan peluang kerja kepada mereka. Mereka akan dilatih melalui ribuan Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di seluruh Indonesia," tuturnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan mengenai istilah SDM Premium. Dikatakan Wawan, SDM Premium dapat dihasilkan dari Perguruan Tinggi yang berkualitas. Sehingga hal yang harus ditingkatkan adalah kualitas perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Menurutnya lagi, dalam 5 tahun ke depan, pemerintahan Jokowi akan terus meningkatkan Dana Abadi guna pendidikan dan penelitian. Saat ini saja, kata dia, digelontorkan dana sekira Rp66,1 triliun untuk Dana Abadi Pendidikan. Hal itu akan terus ditingkatkan hingga mencapai Rp100 triliun dalam 5 tahun ke depan.

"Kita telah memulai dengan Rp1 triliun dana penelitian abadi. Ke depan akan ditingkatkan hingga mencapai Rp50 triliun Dana Abadi Penelitian. Itu untuk mendukung perguruan tinggi terbaik di Indonesia agar masuk dalam peringkat terbaik dunia," katanya.

Dengan adanya SDM Premium itu, Wawan sangat optimistis jika generasi muda mampu bersaing dan eksis dalam kompetisi global. Dia pun meminta publik untuk melihat pengalaman empat unicorn Indonesia yang sudah bisa menembus skala global.

"Kita telah memberikan digital talent scholarship untuk sebanyak seribu orang di tahun 2018, dan kita targetkan hingga 20.000 orang di tahun 2019. Pak Jokowi yakin akan semakin banyak start-up yang lahir di Indonesia," tuturnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel