Rocky Gerung Disebut Hilang Akal saat Kritik Jokowi


Aktivis Rocky Gerung dinilai mengabaikan akal sehat saat mengkritik Presiden Joko Widodo. Hal sebaliknya justru tidak dilakukan Rocky terhadap calon presiden Prabowo Subianto.

"Di luar yang menjadi presiden, tokoh oposisi, pengusaha besar, akademisi, bahkan media, sama sahnya dikritik dengan akal sehat. Mengapa di musim pilpres, akal sehat oleh Rocky tidak digunakan untuk juga mengkritik Prabowo yang juga pasti ada kesalahan," ujar dia.

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengatakan Rocky sudah menyalahgunakan akal sehat untuk hal-hal tertentu. Padahal dari sisi akademik, akal sehat digunakan untuk mengkritik apa saja, dan siapa saja di ruang publik termasuk ruang pribadi.

"Di luar yang menjadi presiden, tokoh oposisi, pengusaha besar, akademisi, bahkan media, sama sahnya dikritik dengan akal sehat. Mengapa di musim pilpres, akal sehat oleh Rocky tidak digunakan juga untuk mengkritik Prabowo yang juga pasti ada kesalahan," ujar dia.

Denny pun mempertanyakan konsistensi Rocky Gerung yang ingin mengkritik penguasa. Dalam trias politika, yang berkuasa tak hanya Presiden, tapi juga legislatif atau DPR dan partai.

Selain calon presiden, Prabowo juga ketua umum partai dan bisa disebut sebagai penguasa. Menyatakan Prabowo belum berkuasa, kata dia, sama dengan menihilkan kekuasaan legislatif yang besar dan sah, termasuk partai politik di dalamnya.

Lebih lanjut Denny mengaku tak habis pikir apa faedahnya menunda kritik akal sehat kepada capres dengan menunggu sampai terpilih menjadi presiden. Menurutnya kebijakan publik adalah sebuah proses. Karena itu, program, janji, dan pernyataan capres perlu dikritik sedini mungkin jika ada kesalahan.

"Dengan demikian kesempatan draf kebijakan publik itu untuk menyempurnakan diri semakin terbuka dan panjang," ujar dia.

Denny tak keberatan jika Rocky Gerung menjadi tim sukses tak resmi dari Prabowo-Sandi. Namun, pretensi akademis dan penyalahgunaan terminologi akal sehat itu layak dikritik.

Rocky Gerung sebelumnya mengatakan hanya akan mengkritik Prabowo, jika eks Danjen Kopassus itu menjabat sebagai presiden. Ia menjamin akan mengkritik Prabowo tak lama setelah dilantik. [medcom.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...