Sandi Diteriaki di Surabaya, TKN Jokowi: Spontan, Tidak Didesain


Sandiaga Uno kembali diteriaki pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin saat berkampanye. Kubu pasangan nomor urut 01 itu menegaskan tak ada desain dari aksi spontan tersebut.

"Apa yang terjadi di masyarakat terhadap sahabat saya, Pak Sandiaga Uno, itu adalah spontanitas masyarakat setempat. Itu adalah sebagai bentuk ekspresi spontan yang tidak pernah didesain oleh siapa pun. Jadi masyarakat memberikan sambutan sesuai dengan cara mereka masing-masing," ungkap influencer TKN Jokowi-Ma'ruf, M Misbakhun, kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).

Setelah disoraki di Jawa Tengah, Sandiaga diteriaki pendukung Jokowi-Ma'ruf saat berkampanye di Jawa Timur. Ia 'disambut' pendukung Jokowi saat menuju Pondok Pesantren Jadwa Al Hasyimi, Surabaya, Kamis (7/2).

Misbakhun menyatakan pihaknya selalu mengingatkan para pendukung Jokowi-Ma'ruf tetap berlaku sopan dengan capres-cawapres rival. Ia berharap pilpres tak mengganggu suasana kekeluargaan dan kerukunan yang dapat menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.

"Kita memberi pengertian itu. Tapi kalau sampai terjadi seperti itu adalah hak masing-masing masyarakat untuk mengekspresikan terhadap bagaimana mereka menyambut capres-cawapres yang dianggap tidak sesuai dengan pilihan hati mereka," kata Misbakhun.

"Tetapi bagaimanapun juga, kita tetap mengimbau ke masyarakat supaya tetap berlaku tertib, tidak mengintimidasi, tidak arogan, sehingga suasana kekeluargaan, kemitraan, kebangsaan, bernegara, suasana politiknya bisa terjaga dengan baik," sambungnya.

Misbakhun mengatakan tim sukses Jokowi senantiasa menjaga tidak terjadi gesekan di akar rumput. Ia mengajak semua pihak menciptakan suasana kondusif menjelang pelaksanaan Pilpres 2019.

"Masyarakat harus memilih sesuai pilihan masing-masing mereka. Masyarakat tentu bisa menilai siapa saja capres-cawapres yang selama ini bekerja untuk rakyat, melalui program-program yang selama ini mereka rasakan langsung dalam kehidupan mereka sehari-hari," sebut Misbakhun.

Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur II ini berharap peristiwa Sandiaga diteriaki pendukung Jokowi tak diperpanjang. Misbakhun memastikan tak ada rekayasa dalam peristiwa tersebut.

"Ini sebuah situasi yang tidak pernah dikondisikan, jangan sampai ini diperbesar seakan-akan ini bentuk intimidasi, hinaan, atau cercaan yang direkayasa siapa pun. Ini adalah kondisi dinamika yang harus dinilai dengan bijaksana, dengan kepala dingin, dan hati tenang," sebut politikus Golkar itu.

Sebelumnya, Sandiaga kembali diteriaki Jokowi saat sedang berkampanye di wilayah Jawa. Saat konvoi kendaraan Sandiaga melintas, sekumpulan orang meneriaki kata 'Jokowi' dan mengibarkan bendera berukuran kecil bergambar Jokowi. Bahkan pendukung Jokowi juga mengacungkan jari telunjuk.

Cawapres nomor urut 02 itu sempat membuka kaca dan mengucapkan terima kasih atas sambutan dari pendukung capres petahana.

"Terima kasih. Banyak yang bilang ini penghadangan. Ini bukan penghadangan, namun penyambutan," kata anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, Yuga Aden, menirukan perkataan Sandiaga. [detik.com]

Iklan Atas Artikel