Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kita harus Kerja Keras!


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan menyerahkan 12,7 juta hektare dalam program SK pemanfaatan perhutanan sosial untuk rakyat.

Jokowi mengatakan, Indonesia dianugerahi negara luas dan tanah yang subur dan bisa ditanami tanaman dengan jenis apa saja.

"Mau ditanam apa di setiap tempat berbeda-beda itu bisa. Mau tanam kopi silakan, mau tanam padi silakan, tadi mau duren silakan, untuk jagung silakan, pepaya juga silakan," kata Jokowi saat menghadiri penyerahan SK pemanfaatan perhutanan sosial di Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Jumat (8/2/2019).

Meski demikian, Kepala Negara tetap meminta masyarakat penerima perhutanan sosial untuk bekerja keras. Sehingga, tanaman yang ditanami petani bisa dirawat dan dijaga dari hama penyakit.

"Tapi memang kita harus kerja keras, dipelihara yang benar, diawasi, jangan sampai kena hama, jangan sampai tanaman kita enggak terawat, kalau kurang diberi pupuk dikit-dikit, ya memang harus seperti itu," tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan, saat ini pemerintah telah menyerahkan tanah perhutani seluas 2,5 juta hektare dari target 12,7 juta hektare.

Seluas 13.900 hektare telah diberikan kepada 8.900 kepala keluarga (KK) di Cianjur sebagai penerima SK pemanfaatan perhutanan sosial. Penyerah SK itu berlangsung di Wana Wisata Pokland, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Jokowi meminta warga penerima SK perhutanan sosial bisa mengubah lahan yang diberikan itu menjadi produktif guna meningkatkan perekonomian para petani tersebut.

"Dan sebentar lagi, bulan depan kita berikan lagi karena sudah numpuk lagi ada yang untuk Jawa Barat sudah mau kita berikan lagi. Terus akan kita kerjakan, tidak hanya di Provinsi Jawa Barat, tapi juga di provinsi-provinsi yang lain," ucap Presiden. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...