Loading...

TGB Ingatkan Warga Pilih Capres dan Cawapres Berdasarkan Rekam Jejak


Politisi Partai Golkar, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhamad Zainul Majdi meminta masyarakat melihat rekam jejak pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden sebelum melakukan pencoblosan pada April 2019 mendatang. Dia berharap setiap pasangan calon harus mengedepankan persatuan dan kesatuan dan tidak memecah belah dalam berpolitik.

"Karena kalau memunculkan perpecahan buat apa. Kalau terpecah belah buat apa kemenangan, tapi costnya kita terpecah belah buat apa," kata TGB, dalam acara tausiah kebangsaan bertema Hijrah untuk Indonesia maju bersama Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani di Hotel Radiant Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (6/2).

Menurut TGB, pasangan Capres-Cawapres saat ini adalah tokoh terbaik bangsa. Setiap pasangan pun memiliki rekam jejaknya masing-masing.

"Para calon puta-putra bangsa terbaik, semua tokoh historis. Masing-masing bisa kita lihat rekan jejaknya," ujar TGB.

Dia mengatakan, dari rekam jejak pasangan calon itu, masyarakat kemudian bisa menilai apakah pasangan itu seperti yang diharapkan. "Kalau bicara tentang pro sesuatu, seperti si fulan, pro umat, apa rekam jejak keumatannya. Baik itu paslon satu atau dua," kata dia.

Menurut mantan Gubernur NTB ini, jika melihat dari historis dan rekam jejak Capres dan Cawapres yang ada saat ini, sosok Presiden Joko Widodo yang pernah memimpin Solo menunjukkan kinerja yang baik selama dua periode.

"Kalau kita kembalikan ke rekam jejak, Jokowi ini tokoh historis, ketika di Solo ia memimpin apakah benar ada hal-hal yang sifatnya meminggirkan umat atau justru sebaliknya," kata TGB.

Begitupun di Jakarta, walau hanya dua tahun, Jokowi, kata TGB, mampu melaksanakan pemerintahan yang baik. "Saya fikir masyarakat jangan under estimate. Hati-hati melempar statement, ini tidak baik untuk kita yang lempar statement," ucap dia.

Karena menurut dia, tidak semua jurus dalam berpolitik bisa dimainkan. "Dalam berpolitik, tidak semua jurus bisa dimainkan. Kalau jurus itu menimbulkan perselisihan, perpecahan itu buat apa," katanya. [merdeka.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel