TKN Ungkap Aceh hingga Malut Terpapar Hoax Jatuhkan Jokowi


Tim Gerakan Tangkal Fitnah (GTF) Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin memaparkan penyebaran hoax terpola pada Pilpres 2019. Total ada 18 provinsi yang terpapar dan rawan hoax.

"Kita mendapatkan hoax atau disinformasi yang terpola, sistematis, yang dialamatkan untuk menjatuhkan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," ujar anggota tim Gerakan Tangkal Fitnah, Hendrasmo, di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).

GTF menyebutkan provinsi yang terpapar hoax adalah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Banten, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, dan Maluku Utara.

"Ini adalah provinsi yang sangat serius terpapar hoax," sebut Hendrasmo.

Sedangkan lima provinsi rawan terpapar hoax adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Menurut Hendrasmo, penyebaran hoax dilakukan dengan pola penyebaran berulang-ulang.

"Pertama isu PKI, anti-Islam, kriminalisasi ulama, TKA asing, China, utang luar negeri, pengangguran dan barang mahal, juga terkait penyelenggaraan pemilu," lanjutnya.

Sementara itu, anggota Direktorat Program dan Informasi Politik TKN Muhammad Syihabuddin menyatakan TKN aktif bersama TKD melaporkan hoaxke pihak berwenang, yakni Polri dan Kemenkominfo.

Menurut Syihabuddin, serangan hoax tidak hanya ditujukan kepada pasangan calon, tapi juga kepada pemerintah.

"Serangan hoax bukan hanya untuk Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf, tapi juga pembantunya, para menterinya, salah satunya sering menjadi bullying adalah Kemenag," lanjutnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel