Jokowi: Terowongan Nanjung 15 Tahun 'Dikoja-kaji', Sekarang Kita Kerjakan

Foto: Biro Pers Setpres 

Presiden Joko Widodo mengecek pengerjaan terowongan Nanjung di kabupaten Bandung yang akan berfungsi untuk mengatasi banjir di Bandung.

"Terowongan (Nanjung) ini rencananya sudah sangat lama, mungkin berapa tahun yang lalu Pak Bupati? Sudah 15 tahun yang lalu, ini sudah lama, dikoja-dikaji, ini kita sekarang dalam proses kita kerjakan," kata Presiden Joko Widodo di lokasi pembangunan terowongan Nanjung, desa Lagadar, kecamatan Margaasih, kabupaten Bandung, Minggu (10/3).

Hadir mendampingi Presiden, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, Bupati Bandung Dadang M. Nasser.

"Terowongan Nanjung ini sepanjang 230 meter, ada dua terowongan. Kita harapkan ini dapat mengatasi banjir yang ada di Bandung, terutama di daerah Dayeuh Kolot, di Bale Endah, di Bojongsoang, ini bisa terkurangi banyak sekali dengan adanya terowongan ini," tambah Presiden, dikutip dari Antara.

Menurut Jokowi, salah satu dari terowongan sudah rampung dan satu terowongan lagi sudah lebih dari 50 persen selesai tahap konstruksinya.

"Ini yang satu sudah rampung, yang satu separuh lebih. Tahun ini rampung lah, akhir tahun ini Insya Allah sudah rampung, selesai sehingga nanti musim hujan berikut sudah keliatan fungsi dari terowongan ini," ungkap Presiden.

Dua terowongan Nanjung tersebut menembus tebing sepanjang 230 meter direncanakan jika sudah berfungsi akan mengurangi lama dan luas genangan pada musim hujan di Kecamatan Dayeuh Kolot dan sekitarnya.

Terowongan Nanjung adalah salah satu di antara pekerjaan besar pembenahan Sungai Citarum sepanjang 270 kilometer yang sudah penuh limbah pabrik dan sampah.

Di hulu, lahan-lahan gundul dan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum direhabilitasi. Empat anak Sungai Citarum (Sungai Cikijing, Cikeruh, Cimande, dan Citarum Hulu), Sungai Citepus, Sungai Cinambo, Sungai Cilember, dan Sungai Cibeureum juga dinormalisasi.

Sementara di sepanjang aliran sungai dilaksanakan pengelolaan sumber daya air, limbah cair dan padat, dan permukiman kembali masyarakat yang tinggal di bantaran maupun kawasan rawan bencana banjir.

Selain Terowongan Nanjung ini, juga tengah dikerjakan sejumlah infrastruktur penanganan banjir seperti pembuatan kolam retensi Cieunteung Dayeuh Kolot, embung Gedebage, floodway sungai Ciantig Citepus dan sungai Cisangkuy.

Pemerintah ingin sungai Citarum kembali bersih, bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari warga di Jawa Barat, diolah jadi air bersih, dan bagus untuk irigasi. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel