Loading...

Mempengaruhi Pilpres, Publik Harus Bedakan lembaga Survei yang Abal-Abal dan Tidak


Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) menyebutkan jika peran lembaga survei sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap calon yang akan dipilihnya pada setiap Pemilu.

Hal itu dikatakan anggota Dewan Etik Persepi, Prof Dr Hamdi Muluk dalam diskusi bertajuk "Survei dan Demokrasi" di Gado-Gado Boplo, Jalan Cikini Raya 111, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2019).

Menurut dia, masyarakat berhak mengetahui lebih dalam tentang calon-calon yang akan berkontestasi. Salah satu tolak ukurnya adalah dengan publikasi hasil survei oleh lembaga yang kredibel.

"Dari segi sosial-psikologi ada prinsip bahwa masyarakat punya rasa ingin tahu, ingin memvalidasi pendapat dia. Misalnya, kalau saya menyatakan prefer (lebih suka) dengan calon A, maka saya akan tanya-tanya. Lalu dari mana publik ingin tahu tentang calonnya itu? kan dari survei-survei ini harusnya," kata Hamdi.

Namun begitu, Hamdi menekankan, agar masyarakat mampu memilah-milah mana lembaga survei yang kredibel dan mana lembaga survei abal-abal. Karena bisa saja, lembaga survei abal-abal bermunculan pada momentum tertentu guna mengeluarkan hasil survei pesanan.

"Sebenarnya mudah mengetahui survei abal-abal, bisa dilihat apakah orang yang terlibat punya akademik background, lalu apalah lembaganya kredibel, itu nanti berpengaruh juga terhadap metodologinya," imbuhnya.

Menurut Hamdi, apa yang dilakukan oleh lembaga survei idealnya adalah untuk memajukan peradaban. Sehingga berbagai penelitian dalam mengumpulkan data ilmiah terus-menerus dilakukan. Data-data itulah yang kemudian dipaparkan ke publik agar dapat membantu pemilih mengetahui siapa calon pilihannya.

"Ini upaya untuk menumbuhkan kepercayaan publik, survei itu kan sebuah usaha ilmiah untuk mengumpulkan data, dan data-data itu banyak gunanya. Bukan hanya untuk diketahui pemilih saja, bisa juga untuk kajian teori, bisa untuk bahan data para ilmuwan, dan macam-macam," tukasnya.

Di tempat yang sama, peneliti senior Populi Center, Afrimadona mengungkapkan, secara kultural sebenarnya tak sedikit masyarakat yang pesimis melihat keberadaan lembaga survei. Terlebih lagi banyak pula lembaga-lembaga survei yang bermunculan tiba-tiba, lalu mengeluarkan hasil yang sering kali keliru dan tak akurat.

"Asosiasi dari lembaga survei itu penting sekali, untuk menginformasikan kepada publik mana yang kira-kira dianggap kredibel dan bisa dipegang hasil surveinya. Kalau di Amerika mereka sering mengkaji lembaga-lembaga survei yang ada, lalu dinilai dan disampaikan ke publik, agar masyarakat bisa menilainya langsung," ucapnya. [okezone.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan