Pembekalan Caleg Koalisi, Jokowi: Lawan Kita Saat Ini Fitnah dan Hoaks


Penyebaran fitnah dan hoaks (berita bohong) saat ini tidak saja melalui media sosial (medsos), tetapi sudah dari pintu ke pintu. Hal tersebut diungkapkan calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi), saat silaturahim dan pembekalan caleg Koalisi Indonesia Kerja di Hotel JW Marriot Medan, Sumut, Sabtu (16/3/2019).

"Penyebarannya sekarang bukan hanya di media sosial tapi sudah door to door. Ada emak emak yang melakukan dari pintu ke pintu, yang ketahuan baru satu," kata Jokowi di hadapan 2.500 caleg partai koalisi yang hadir.

Jokowi mengatakan, dalam waktu yang tersisa tinggal 31 hari lagi, lawan yang dihadapi sekarang yakni fitnah dan hoaks. Bukan hanya dapat menggerus elektibilitas paslon capres-cawapres, namun juga hingga caleg. Karena itu, dia meminta seluruh caleg dan relawan untuk ikut melawan hoaks yang kian masif.

Capres petahana menyebutkan, dulu berkembang hoaks Jokowi antek asing, Jokowi anti-Islam dan antiulama, Jokowi PKI. Kemudian muncul lagi dalam tiga minggu terakhir hoaks, jika Jokowi-Ma'ruf menang maka pelajaran agama di sekolah akan dihapus, perkawinan sejenis dilegalkan, adzan akan dilarang, zina diperbolehkan.

"Ini yang harus dilawan, diluruskan. Berbahaya kalau tidak diluruskan, bisa menggerus suara capres dan caleg," ucapnya.

Jokowi mengungkapkan, di bawah pemerintahannya, tahun 2015 blok migas Mahakam yang dulu dikelola Prancis dan Jepang sudah diambil alih dan diserahkan 100 persen kepada Pertamina. Tahun 2018, Blok Rokan di Riau yang dikuasai Chevron juga telah dikelola anak bangsa.

Tak hanya itu, di akhir tahun 2018, Pemerintahannya berhasil mendapatkan 51,2% saham Freeport yang dikuasai Indonesia melalui Inalum.

"Ini yang dibilang antek asing. Dipikirnya ambil alih seperti itu mudah. Dipikirnya ambil alih seperti itu gampang. Kalau mudah dan gampang sudah kita ambil alih dari dulu," kata Jokowi disambut riuh tepuk tangan para caleg.

Jokowi menegaskan, pengambilalihan pengelolala seperti saat ini merupakan perkerjaan yang sulit. Karena dibaliknya pasti terjadi intrik politik besar baik secara nasional maupun internasional.

Diketahui, acara tersebut digelar Tim Kampanya Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf wilayah Sumut. Hadir dalam acara itu Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, Moeldoko, Ketua TKD Sumut Ivan Iskandar Batubara, ulama Syeikh Ali Marwan, beserta peserta ribuan caleg partai koalisi. [inews.id]

Iklan Atas Artikel