Perjuangkan Nilai Reformasi, Alumni Unas Deklarasi Dukungan untuk Jokowi-Maruf Amin


Alumni Universitas Nasional (Unas) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon petahana presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin.

Ratusan alumni Unas itu mengenakan kaus hitam seragam bertuliskan ‘Gue Alumni Unas, Gue Jokowi-Amin’ di Studio for Jokowi, Jalan Surabaya, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Ketua Alumni Unas Deky Agus Subiyanto mengatakan bahwa pemerintahan Jokowiterbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memenuhi hak-hak rakyat berbagai bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, reformasi agraria, reformasi kemaritiman, dan lainnya.

 “Gua Alumni Unas adalah persatuan lintas angkatan dan lintas fakultas yang tergabung untuk mendukung Jokowi-Amin. Gue Alumni Unas memiliki peran penting dalam perjuangan rakyat melawan pemerintahan rezim orde baru,” kata Deky.

Menurutnya, program kerja yang telah dilakukan oleh Joko Widodo melalui keberpihakan kepada rakyat sejalan drngan arus reformasi dan sejumlah tantangan yang dihadapi di Indonesia dewasa ini.

“Sebaliknya tipe kepemimpinan otoriter dipastikan gagal untuk menjawab tantangan zaman. Era masa kini dan yang akan datang jelas membutuhkan pemimpin dengan kualitas visi yang kuat relevan terhadap konteks zaman,” katanya lagi.

Hendrik ‘Iblis’ Sirait yang merupakan Alumni Unas sekaligus korban penculikan orde baru menilai pemerintah Jokowi mendorong tumbuhnya kesadaran  tentang kerukunan, toleransi, dan sikap bhineka tunggal ika.

“Saat 1993 ketika kami mengadvoksi pembunuh marsinah dan petani saya sampai dipenjara. Betapa kelamnya zaman orde baru dan tidaklah boleh kita kembali ke zaman itu,” papar Iblis.

Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq mengapresiasi dukungan yang diberikan Alumni Unas untuk memenangkan paslon 01.

“Dukungan ini membuat kami makin yakin setelah mendapat dukungan dari UI, Atmajaya, Trisakti, ITS, dan lainnya. Unas satu di antara kampus perjuangan yang berjuang hingga berdarah-darah dan bahkan sampai penjara. Alumni Unasberpandangan bahwa Jokowimemperjuangkan nilai-nilai reformasi yakni pemberantasan nepotisme, korupsi,” ujar Kang Maman, sapaanya. [tribunnews.com]

Iklan Atas Artikel