Survei Alvara: Jokowi-Ma'ruf 53,9 Persen, Prabowo-Sandi 34,7 Persen


Elektabilitas pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin jauh mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan survei terbaru Alvara Research Center. Kendati demikian, secara tren elektabilitas keduanya cenderung stagnan.

CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali menuturkan, tidak ada kenaikan signifikan elektabilitas pada Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi dibandingkan survei sebelumnya. Justru keduanya mengalami penurunan tipis. Jokowi-Ma’ruf tetap memimpin.

"Elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf pada Februari 2019 sebesar 53,9 persen, sementara Prabowo-Sandi 34,7 persen atau selisi 19,2 persen. Responden yang belum memutuskan 11,4 persen," kata Hasanuddin dalam paparan survei di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Hasan menjelaskan, jumlah pemilih yang belum memutuskan (undecided voters) naik dibandingkan survei pada Desember 2018 yang sebesar 10,6 persen.

Peningkatan ini diprediksi karena adanya pemilih pemuda yang belum memutuskan pilihan lebih besar dibandingkan generasi lainnya. Selain itu, partisipasi mereka dalam menggunakan hak pilih juga lebih rendah. Ini berpotensi menjadi golput.

"Kedua kandidat harus mewaspadai fenomena golput dan kejenuhan psikologis pemilih menjelang tahap-tahap akhir masa kampanye Pemilu 2019," ujarnya

Hasan mengatakan, kedua pasangan capres-cawapres harus merebut suara dan meyakinkan para ceruk pemilih untuk memastikan hasil suara mereka.

Menurutnya, kemenangan kandidat Pilpres 2019 akan sangat ditentukan oleh perebutan suara di ceruk pemilih Jawa dan Sumatera. ”Selain itu, pemilih muda, pemilih kelas menengah dan pemilih muslim sehingga elektabilitas pada ceruk tersebut perlu diperhatikan," katanya.

Survei Alvara digelar pada 22 Februari-2 Maret 2019. Riset menggunakan multi-stage random sampling dengan melibatkan 1.201 responden berusia 17 tahun keatas dan memiliki hak pilih.

Sampel diambil di seluruh provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel proposional terhadap jumlah penduduk. Rentang margin of error sebesar 2,88 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sebelumnya Alvara juga melakukan survei nasional di bulan Agustus, Oktober, dan Desember 2018. [inews.id]

Iklan Atas Artikel