Loading...

TKN Akui Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Turun Akibat Diserang Fitnah


Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Arsul Sani membenarkan jika elektabilitas pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin menunjukkan tren menurun di beberapa daerah. Pemicunya menurut Arsul lantaran Jokowi-Ma'ruf kerap diserang kampanye hitam dan berita bohonh (hoaks). Namun diakuinya, penurunan itu tidak bersifat signifikan.

“Ya ada (penurunan elektabilitas-red), terutama di beberapa daerah Jawa, di Sumatera, kemudian di wilayah tertentu di Jawa Barat juga ya. Itu memang ada,” ucap Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Arsul menyatakan, penuruan elektabilitas itu tidak terlalu anjlok signifikan. Di mana penurunan tersebut hanya berkisar tidak sampai tiga persen. “Ada penurunan, tetapi juga tidak kemudian anjlok. Adalah beberapa poin aja,” kata dia.

Meski elektabilitas Jokowi-Ma’ruf terdapat penurunan, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku TKN tidak khawatir. Justru nantinya hal itu akan dijadikan sebagai motivasi guna memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

"Enggak ada rasa khawatir, soal bahwa ada di daerah tertentu elektabilitas kami sikapi positif. Positif itu dalam arti kita harus kerja keras lagi secara infantri. Door to door, lebih diintensifkan gitu lho," ujarnya.

Sebelumnya, capres nomor urut 01, Jokowi berujar bahwa saat ini elektabilitasnya bersama pasangannya, KH Ma’ruf Amin di beberapa deerah mengalami penurunan lantaran diserang oleh kampanye hitam dan berita bohong (hoaks).

Sebelumnya, survei Saiful Mujani Research and Consunting (SMRC) yang dilakukan pada 7-14 September 2018 lalu menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 60,4 persen berbanding 29,8 persen untuk Prabowo-Sandi. Namun, pada survei terbarunya, SMRC menunjukkan elektabilitas paslon nomor urut 01 itu mengalami penurunan yakni meraih 54,9 persen suara publik sementara kompetitornya hanya 32,1 persen suara.

Survei terbaru SMRC ini dilakukan pada 24-31 Januari 2019 dengan melibatkan 1.426 responden di seluruh provinsi dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun margin of error sebesar lebih kurang 2,65% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...