Loading...

TKN: Kampanye Hitam Tak Mempan Turunkan Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin


Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK), Ade Irfan Pulungan menyebut, berbagai kampanye hitam yang menyerang pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, tidak akan menggoyahkan elektabilitas pasangan calon (paslon) 01 tersebut.

Kendati demikian, tim hukum paslon 01 akan tetap mengusut tuntas pelaku di balik praktik kampanye hitam tersebut guna mengetahui afiliasi politik dari terduga politik.

"Kami sangat menyayangkan perilaku tak bermartabat tersebut, meskipun Jokowi-Ma’ruf cukup tangguh karena tidak terlalu terusik dari sisi elektabilitas," kata Irfan dalam keterangan persnya, Senin (11/3/2019).

Beberapa isu yang diduga masuk kategori kampanye hitam itu, antara lain larangan azan, dihapuskannya pendidikan agama, legalisasi LGBT, serta terakhir isu kondom berbungkus gambar Jokowi-Kiai Ma’ruf. Beragam isu tersebut diarahkan guna menggerus elektabilitas petahana, meski akhirnya gagal.

Berdasarkan hasil survei terakhir yang dirilis lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC), terjadi tren kenaikan elektabilitas pasangan Jokowi- Maruf Amin unggul dengan selisih 22,8% dari pesaingnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dengan melihat fakta itu, lanjut Ade, adanya kampanye hitam justru dapat dilihat bahwa ada kelompok lain yang khawatir elektabilitasnya merosot.

Jokowi sendiri telah meminta para pendukung untuk berani melawan hoaks dan fitnah tersebut, terutama pada empat isu yang sedang berkembang saat ini yakni kriminalisasi ulama, larangan azan, perkawinan sejenis dan penghapusan pendidikan agama.

Atas berbagai bentuk kampanye hitam itu, Irfan menegaskan bahwa pihaknya tidak segan melaporkan kasus ini ke polisi untuk diusut tuntas pembuat serta pelaku yang menyebarkannya.

"Hal ini sekaligus untuk melihat afiliasi politik pelaku, agar semuanya jelas. Seolah isu kampanye hitam ini berupaya menurunkan elektabilitas dikalangan umat muslim," ujarnya. [okezone.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel