Jelang Pilpres, Jokowi Sebut Banyak Politikus Dadakan di Warung Kopi


Momen Isra Miraj Nabi Muhammad SAW digunakan Presiden Joko Widodo untuk mengajak masyarakat menjaga persatuan. Dia melihat adanya bibit-bibit perpecahan karena berbeda pandangan politik.

"Karena peristiwa-peristiwa politik kita lupa bahwa kita saudara setanah air, kita lupa menjaga ukhuwah kita," kata Jokowi.

Hal itu dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan di GOR Pandawa, Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (3/4/2019).

Dia menceritakan pertemuannya dengan ibu negara Afganistan Rula Ghani yang membahas masalah perang di negaranya. Negara di Timur Tengah itu kini menjadi tidak kondusif dan membuat kemunduran.

Jokowi mengaku tidak ingin Indonesia yang memiliki 714 suku terpecah gara-gara pemilu. Dia melihat telah muncul ketidakharmonisan antarwarga karena berbeda pilihan pemilu.

"Antar kampung tidak saling sapa gara-gara pilihan gubernur, di sini ada? Di dalam suatu majelis taklim tidak saling sapa gara-gara pilihan presiden, ada? Banyak?" kata Jokowi.

Menjelang pemilu ini, Jokowi juga melihat fenomena masyarakat yang banyak menjadi politikus dadakan. Mereka inilah yang kadang-kadang menyebarkan bibit permusuhan.

"Apalagi sekarang ini semuanya sudah merasa seperti politikus. Tidak di warung kopi, tidak di warung bakso, semuanya sudah kadang-kadang melebihi politikus. Maka marilah kita jaga persatuan kita," ungkap Jokowi. [detik.com]

Iklan Atas Artikel