Loading...

Jokowi Unggul di Segala Lini


Pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di semua lini meninggalkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Selisih kedua pasangan calon itu mencapai 18 persen.

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 55,4 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya 37,4 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 7,2 persen.

"Hingga akhir Maret 2019, dukungan terhadap paslon 01 masih unggul signifikan atas paslon 02," ujar Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi saat merilis hasil survei di Kantor Indikator Politik Indonesia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 3 April 2019.

Burhanuddin menyampaikan kedua paslon sama-sama mengalami kenaikan. Namun, tidak signifikan.

Pada Oktober 2018, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 53 persen, kemudian naik menjadi 54,9 persen pada Desember 2018.

Elektabilitas Prabowo-Sandi mengalami kenaikan lebih baik tapi tidak signifikan. Pada Oktober 2018, elektabilitas paslon 02 itu hanya 30 persen, dan naik menjadi 34,8 persen pada Desember 2018.

"Ada kenaikan bagi Pak Prabowo-Sandi tapi tidak cukup eksponensial," ucap dia.

Di sisi lain, Indikator Politik Indonesia menunjukkan Jokowi-Ma'ruf dominan di tujuh segmen pemilih. Segmen tersebut yakni pemilih berdasarkan gender, usia, desa/kota dan kelas ekonomi, etnis Jawa, basis Nahdlatul Ulama, dan pendidikan menengah bawah, terutama kalangan blue collars.

Pada segmen gender sebesar 54,6 pemilih laki-laki cenderung memilih Jokowi-Ma'ruf dan 37,8 persen memilih Prabowo-Sandi. Pemilih perempuan yang memilih Jokowi-Ma'ruf sebesar 56,2 persen dan 37 persen memilih Prabowo-Sandi.

Sementara itu, pemilih pada segmen usia di bawah 21 tahun, sebanyak 53,6 persen memilih Jokowi-Ma'ruf, dan 46 persen memilih Prabowo-Sandi. Pada pemilih usia 26-40 tahun, Jokowi-Ma'ruf juga unggul dengan 53,2 persen dan Prabowo-Sandi 38,8 persen.

Bahkan, Jokowi-Ma'ruf unggul jauh di kalangan pemilih pada usia di atas 55 tahun dengan 64,1 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi hanya 24,5 persen.

"Di pemilih tua, Pak Jokowi-Ma'ruf unggul telak," kata dia.

Pada segmen etnis, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan dukungan sebesar 64,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya 28,4 persen.

Sementara itu, pada basis agama, warga NU lebih banyak yang mendukung Jokowi-Ma'ruf dengan 62,7 persen. Warga NU yang memilih Prabowo-Sandi hanya 31,9 persen.

"Ormas lain lebih banyak memilih Pak Jokowi ketimbang Pak Prabowo," ucap dia.

Selain itu, Jokowi-Ma'ruf lebih besar dukungannya dari pemilih dengan tingkat pendidikan rendah dan menengah. Pada pemilih yang pendidikannya hanya sampai tingkat sekolah dasar (SD), dukungan pada Jokowi-Ma'ruf mencapai 61,6 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi hanya 29,6 persen.

Pemilih yang memiliki pendidikan sampai tingkat sekolah menengah atas (SMA), Jokowi-Ma'ruf mencapai 53,3 persen dan Prabowo-Sandi sebesar 41,9 persen.

Survei ini dilakukan pada 22-29 Maret 2019 dengan 1.220 responden sebagai sampel basis. Responden diwawancarai secara tatap muka. Metodelogi yang digunakan dalam survei ini ialah multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen. [medcom.id]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan