Loading...

Pemilu Usai, Ma’ruf Amin Minta Tak Ada Lagi Istilah Cebong dan Kampret


Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin meminta masyarakat untuk tidak lagi menggunakan panggilan cebong dan kampret bagi salah satu pendukung pasangan calon di pilpres. Seiring berakhirnya pemungutan suara, rakyat Indonesia mesti kembali bersatu.

Ma’ruf mengingatkan, istilah cebong dan kampret telah memecah belah. Karena itu, sudah saatnya sebutan itu tak lagi digunakan.

"Ya jangan bunyi lagi. Selesai sampai kemarin (coblosan) saja. Kita kubur (istilah itu), ada cebong, ada kampret, kubur saja," kata Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Merespons hasil pemilu, Ma'ruf berterima kasih kepada seluruh kader partai, relawan dan simpatisan yang setia mendukungnya bersama capres Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini.

Mustasyar PBNU ini mengapresiasi partisipasi dan kepercayaan pendukung terhadap pasangan 01. Dia mengaku akan menggunakan kepercayaan tersebut bila benar-benar berhasil terpilih.

”Tidak ada yang lebih besar dari kepercayaan yang diberikan oleh rakyat,” kata ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Berdasarkan data quick count sejumlah lembaga survei, Jokowi-Ma’ruf unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tiga lembaga survei yang bekerja sama dengan iNews.id, yakni Indikator Politik Indonesia, LSI Denny JA, dan Voxpol Center juga memberikan hasil sama.

Hitung cepat Indikator, Jokowi-Ma’ruf 53,91 persen dan Prabowo-Sandi 46,09 persen. Data masuk mencapai 95,70 persen.

Sementara hitung cepat LSI Denny JA, Jokowi-Ma’ruf 55,81 persen dan Prabowo-Sandi 44,19 persen. Sementara data masuk 99,85 persen.

Berdasarkan hitung cepat Voxpol Center, Jokowi-Ma’ruf 54,55 persen dan Prabowo-Sandi 44,19 persen. Data masuk mencapai 100 persen. [inews.id]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan