Tak Ingin Contoh Prabowo, Jokowi-Ma'ruf Pilih Tunggu KPU Baru Deklarasi


Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir menyebut hanya Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang berhak mengumumkan capres-cawapres terpilih sebagai pemenang di perhelatan Pilpres 2019.

Sebab, KPU merupakan lembaga yang ditunjuk sebagai wasit dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"KPU adalah lembaga resmi yang ditunjuk undang-undang untuk menentukan pemenang pilpres, karena KPU yang melakukan semua mekanisme tahapan pilpres," kata Inas kepada Okezone, Jumat (19/4/2019).

Pernyataan Inas merespons deklarasi kemenangan Pilpres 2019 yang dilakukan oleh capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka mengklaim terpilih sebagai presiden-wakil presiden Indonesia 2019-2024 dengan perolehan suara sementara sebesar 62 persen.

“Saya dan Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024 berdasarkan perhitungan dari 62 persen. Real count dan C1 yang telah kami rekapitulasi,” kata Prabowo dalam konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Meski sejumlah lembaga survei yang menggelar penghitungan cepat atau quick count menunjukkan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf mengungguli Prabowo-Sandi, ia mengaku tak akan mengikuti jejak kompetitornya tersebut. Pihaknya akan menghormati KPU yang sedang bekerja melakukan pendataan formulir C1 sebagai dasar pengumuman real count.

"Tidak (ada deklarasi). Pak jokowi sudah bilang, kita menunggu hasil KPU aja," katanya.

Politikus Partai Hanura itu mengimbau kepada elite-elite politik yang tergabung dalam koalisi Adil dan Makmur itu untuk membantu meredam tensi politik yang sempat memanas saat masa kampanye lalu.

"Marilah kita cooling down, tenang, tetap ceria, sambil menunggu hasil KPU," ujar Inas. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel