Loading...

TKN Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu di Luar Negeri


Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin melaporkan dugaan kecurangan pemungutan suara di luar negeri ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). TKN melaporkan dugaan kecurangan di tujuh negara.

"Hari ini kami dari Direktorat Hukum dan Advokasi TKN, malam ini melaporkan adanya dugaan kecurangan pemilu di luar negeri yang terjadi dalam beberapa hari ini," kata Ditektur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Senin, 15 April 2019 malam.

Ade mengatakan, pihaknya menduga ada kecurangan pemilu di luar negeri melalui informasi yang tersebar di media sosial, informasi yang viral di grup-grup WhatsApp maupun informasi yang didapatkan dari posko pengaduan yang dibuka TKN.

Dia mengungkapkan, berdasarkan laporan dari posko pengaduan, kecurangan yang paling menonjol terjadi di Sydney, Australia. Selain Sydney, TKN juga menyebut kecurangan pemungutan suara juga terjadi di kota lain di Australia, salah satunya Brisbane.

"Sebagian besar WNI yang sudah terdaftar di sana, dan punya hak konstitusional sebagai pemilih itu seolah-olah diduga dibatasi oleh penyelenggara pemilu di sana karena keterbatasan waktu," jelas Ade.

Selain Australia, kecurangan dalam pemungutan suara di luar negeri juga terjadi di Hongkong, Selandia Baru, Belanda, Jerman hingga Bangladesh. Ade mengaku informasi itu didapatkan dari juga menyebut posko laporan pengaduan

"Jadi hotline pengaduan kami itu ya selama 2-3 hari ada sekitar 10 ribu pengaduan bayangkan. Ya sekitar 7 negara," ujarnya.

TKN berharap Bawaslu segera menindaklanjuti laporan ini. TKN menilai semua pihak bertanggung jawab mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.

"Kita serahkan kepada Bawalsu agar mereka invesigasi semuanya. Apakah ini ada unsur sengaja atau keterbatasan PPLN. Kami dari TKN selalu taat kepada regulasi," ujarnya.

Ratusan WNI di Sydney tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 pada pemungutan suara yang digelar, Sabtu, 13 April 2019. Hingga pukul 16.00 WIB, atau 19.00 waktu Sydney, WNI masih berharap bisa memilih. Mereka beramai-ramai menyanyikan Indonesia Raya. [medcom.id]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan