Demokrat Akui Mayoritas Kader Ingin Gabung Jokowi


Partai Demokrat mengakui, mayoritas kadernya ingin bergabung dengan koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Kendati demikian, secara umum partai belum mengambil keputusan.

"Memang mayoritas memang ya sih ingin bergabung kalau, dengan catatan, ya kalau memang chemistry dan kebersamaannya bisa dibangun," kata Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Kendati demikian, Syarief menegaskan keputusan Demokrat baru bisa diputuskan oleh rapat Majelis Tinggi. Kendati, ia juga mengakui komunikasi dengan présiden terpilih Jokowi tetap diupayakan terus berjalan.

Sejauh ini, lanjut Syarief, suara-suara kader yang ingin mendukung Jokowi masih berupa pandangan pribadi. Sementara Demokrat sendiri masih menyusun agnda pertemuan majelis tinggi untuk menentukan posisi demokrat terhadap kabinet.

Terkait hubungan dengan Jokowi, Syarief mengklaim, Demokrat telah memiliki hubungan yang baik. Namun, Demokrat masih ragu dengan sikap partai-partai koalisi pendukung yang selama ini mendukung Joko Widodo bila Demokrat bergabung.

"Yang menjadi pertanyaan apakah partai koalisi itu juga sangat welcome terhadap penambahan koalisi dari partai Demokrat. Karena bagaimanapun juga kan unsur kebersamaan itu patut dibangun," ujar Syarief.

Politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan, Demokrat ingin berkontribusi aktif membantu pemerintahan menyelesaikan masalah kebangsaan. "Jadi kalau ditanya kemana arah politik partai Demokrat ya arahnya adalah untuk memperkuat pemerintahan Pak Jokowi ke depan," ujar Ferdinand.

Namun demikian, Demokrat tetap menyerahkan pada Jokowi sebagai pimpinan koalisi. Ferdinand mengatakan, jika Jokowi mengajak Demokrat, maka Demokrat akan siap memberikan dukungannya.

Saat ini, lanjut Ferdinand, pihaknya terus menjalani komunikasi dengan semua pihak yang dianggap perlu dilakukan untuk bisa mewujudkan bergabungnya Demokrat ke koalisi Jokowi. Ferdinand pun membantah anggapan bahwa Demokrat tak dilirik oleh Jokowi.

"Memang kami terakhir ini menghadapi duka kehilangan yang sangat besar yakni kehilangan ibunda Ani maka kami tidak sepatuthya dan tidak patut untuk berpolitik secara gamblang," ungkap Ferdinand.

Ia mengklaim, Demokrat masih tetap diperhitungkan dalam kontestasi politik. Saat ini, komunikasi Demokrat, menurut Ferdinand tetap dibangun dengan anggota koalisi Jokowi maupun dengan Jokowi sendiri.

"Tetapi kita tidak ingin menekan, memaksa atau apapun karena kita tahu betul posisi kita kemarin berada di posisi berseberangan. Namun demikian kita punya semangat yang sama dengan Pak Jokowi," ucap Ferdinand. [republika.co.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...