Loading...

BBM Satu Harga Tuntas, 500 Ribu KK Nikmati Bensin Murah!


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan 13 penyalur bahan bakar minyak (bbm) satu harga. Ini merupakan peresmian terakhir sekaligus menutup rangkaian program BBM satu harga yang tuntas, dan tersebar di 170 titik.

"Yang ini merupakan peresmian yang ke 158 sampai dengan 170 di Lembata, NTT. Di NTT pada 2017 sudah beroperasi 2 penyalur bbm satu harga, pada 2018 ada 5 penyalur pada 2019 beroperasi 8 penyalur," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dalam siaran resminya (12/10/2019).

Pemilihan daerah bbm satu harga yang sudah diresmikan menurut dia memenuhi kriteria 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Begitu juga dengan lokasi yang baru saja diresmikan, Kecamatan Salkma dan kecamatan Kooda-Kabupaten Sorong Selatan, Kecamatan Moraid Kabupaten Tambrauw, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotasi, Kecamatan Sekotong Kabuaten Lombok Barat , Kecamatan Delang Kaupaten Lamandau dan Kecamatan kalumpang Kabupaten Sunga Selatan.

Jonan mengharapkan adanya bbm satu harga ini bisa mewujudkan kemandrian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik. Selain itu juga penghematan pengeluaran bbm yang diharapkan diikuti dengan penurunan harga sembako, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

"Pendirian penyalur bbm satu harga ini diharapkan akan membawa dampak positif bagi perekonomian serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Migas Fanshurullah Asa mengatakan  Secara nasional, dalam kurun 2017-2019 telah dibangun 170 Penyalur BBM Satu Harga, dengan rincian 160 Penyalur oleh PT.Pertamina (Persero) dan 10 Penyalur oleh PT. AKR Corporindo.

Adapun sebaran 170 capaian penyalur bbm satu harga, yakni Sumatera 31 titik, Jawa 3 titik, Kalimantan 42 Titik, Bali 2 Titik, Nusa Tenggara 25 Titik, Sulawesi 17 Titik, Maluku dan Papua 50 Titik.

"Program akselerasi bbm satu harga ini diperkirakan bisa menjangkau sebanyak 580.893 kepala keluarga," kata Ifan. [cnbcindonesia.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel