Loading...

Ini Tiga Prajurit TNI yang Dicopot Gara-Gara Istri Nyinyir di Medsos, Nomor 3 Kolonel


Jarimu harimaumu. Ungkapan ini semakin kerap mencuat seiring banyaknya masyarakat yang harus berurusan dengan hukum lantaran unggahan mereka di media sosial. Teranyar menimpa tiga istri prajurit TNI.

Lantaran mengunggah status nyinyir di media sosial mengenai insiden penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, mereka terancam berhadapan dengan penegakan hukum.

Tidak hanya itu, status mengandung fitnah/ujaran kebencian itu juga berimbas pada sang suami. Tiga prajurit TNI kini mendapat sanksi tegas akibat tindakan sang tersebut. Tidak hanya dicopot dari jabatannya, para prajurit itu bahkan dihukum penjara selama 14 hari.

Berikut tiga prajurit TNI tersebut:

1. Peltu YNS.
Anggota Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) Lanud Muljono Surabaya, Peltu YNS, dicopot dari jabatannya dan ditahan karena istrinya mengunggah konten negatif terkait penusukan Wiranto.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Fajar Adriyanto menjelaskan, Peltu YNS dinyatakan melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Menurutnya, dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral.

”Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara. KBT yang kedapatan melanggar, dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Fajar Adriyanto saat dihubungi iNews.id, Jumat (11/10/2019).

2. Serda Z.
Serda Z merupakan bintara di Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) yang bermarkas di Parongpong, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat. Sebelumnya dia bertugas di Batalyon Kavaleri 4 Kodam III Siliwangi.

Serda Z dicopot dari jabatannya dan disanksi penahanan selama 14 hari lantaran istrinya, LZ, juga menulis unggahan bernada nyinyir terhadap Wiranto.

3. Kolonel Hendi Suhendi.
Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi dicopot sebagai Komandan Kodim 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara. Dia juga menjalani penahanan selama 14 hari atas pelanggaran UU 25/2014.

Sanksi terhadap Kolonel Hendi terkait dengan unggahan istrinya, Irma Zulkifli Nasution. Di akun Facebook miliknya, Irma menuliskan status nyinyir soal Wiranto.

Kolonel Hendi merupakan alumnus Akademi Militer 1993. Dia pernah bertugas sebagai atase darat di KBRI di Moskow, Rusia. [inews.id]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel