Loading...

Prabowo Putuskan Sikap 17 Oktober: Tetap Oposisi Jokowi?


Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akan menggelar Rapat Kerja Nasional pada 15 Oktober hingga 17 Oktober 2019. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, akan menyampaikan sikap politik.

"Kan orang lagi tunggu, apakah kita beroposisi, istilah saya, akan menjadi mitra kritis, atau jadi mitra internal, oposisi, atau dalam pemerintahan. Itu akan diputuskan sekitar tanggal 17 Oktober," ujar Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019), seperti dilansir detik.com.

Namun demikian, Dahnil mengatakan, penyelenggaraan rakernas belum ditentukan tempatnya. Bisa jadi di Jakarta atau di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Di situlah nanti Pak Prabowo akan menyampaikan kepada publik sikap politik Pak Prabowo dan sikap politik Gerindra," kata Dahnil.

Sebagaimana disampaikan Dahnil, sikap politik Prabowo memang begitu dinantikan selepas perhelatan Pilpres 2019. Dalam pesta demokrasi itu, Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno harus mengakui keunggulan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Setelah kekalahan itu, Prabowo menemui Jokowi di MRT Jakarta, 13 Juli 2019. Kemudian, Prabowo bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta, 24 Juli 2019.

Seiring berjalan waktu, dinamika politik pun menghangat, terutama jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf 20 Oktober 2019. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani tak menampik ada tawaran untuk masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf. Ia menyebut tawaran itu datang dari 'sekitar' Istana.

"Pembicaraan itu memang ada dan kita tak bisa pungkiri bahwa ada pembicaraan, ada pemikiran di sekitar Istana untuk itu," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Muzani menyebut Gerindra menawarkan sejumlah konsep kepada Jokowi antara lain pangan, energi, dan air. Dia mengatakan, jika konsep itu diterima, baru Gerindra bisa menindaklanjuti tawaran masuk ke kabinet. [cnbcindonesia.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel