Loading...

Sindir Direksi PLN, Menteri Jonan: Penghasilan 30 Kali Gaji Menteri, Kok Masih Lemes?


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali menyindir jajaran Direksi PT PLN (Persero). Pasalnya, jajaran Direksi PLN ini memiliki penghasilan yang besar namun kerjanya dinilai lemas dan loyo.

Sindiran tersebut Menteri Jonan cetuskan di hadapan beberapa direksi PLN yang hadir dalam acara Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta Convention Center. Namun dalam acara tersebut, tak ada Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani.

Menurut Jonan, gaji jajaran Direksi PLN 30 kali lebih besar dari dirinya yang menjabat sebagai Menteri. Asal tahu saja, berdasarkan informasi yang diterima Okezone, gaji pokok Menteri di Indonesia adalah sebesar Rp5.040.000 per bulan

Sementara itu, tunjangan jabatan hingga Rp13.608.000 per bulan. Namun angka tersebut belum termasuk tunjangan lainnya maupun dana operasional yang diperoleh Menteri.

“Direksi PLN itu penghasilannya 30 kalinya Menteri masak kerjanya lebih lemes dari saya, ini keliru ini," ujarnya dalam acara Hari Listrik Nasional di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Jonan meminta kepada PLN untuk lebih kreatif lagi dalam melayani pelanggan. Dirinya menilai jika saat ini PLN terlalu nyaman menyandang sebagai satu-satunya perusahaan listrik yang ada di Indonesia.

Salah satu contohnya adalah dalam hal pengembangan kendaraan listrik. Di saat pemerintah sudah mendorong penggunaan kendaraan listrik, justru PLN seperti bermalas-malasan untuk mempromosikannya kepada masyarakat.

Padahal menurutnya, dengan adanya kendaraan listrik bisa menjadi peluang bisnis baru yang bisa digarap oleh Perseroan. Kenyataan di lapanganya, justru dirinya lah yang selalu mempromosikan tentang kendaraan listrik dan alat pengisian listriknya.

“Kenapa PLN tidak ribut kendaraan listrik kok malah saya,” ucapnya.

Dirinya pun meminta kepada Direksi PLN untuk meningkatkan kapasitas dan konsumsi listrik. Sehingga konsumsi listrik per kapita Indonesia yang tahun ini sebesar 1.300 kWh agar bisa terus meningkat.

Menurut Jonan, seharusnya angka pertumbuhan listrik Indonesia sudah berada di atas 7%. Sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia saja saat ini sudah berada dikiasara 5%.

"Harusnya juga dua kali Pertumbuhan ekonomi. PLN saya harap, ini kan mayoritas penjual listrik kepada konsumen kan, ya harus lebih kreatif lah," ucapnya.

Oleh karena itu lanjut Jonan PLN harus lebih aktif mendorong penggunaan alat-alat listrik lainnya. Selain kendaraan listrik, kompor induksi menurutnya juga penting untuk didorong.

"Kita harus percaya penggunaan kompor induksi dan listrik untuk kendaraan banyak dampak positifnya. Mengurangi emisi gas buang, bisa tercipta energi bersih," katanya. [okezone.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel