Loading...

Beda Generasi, Fakta Menarik saat Sri Mulyani Minder Berdiri di Sebelah Nadiem Makarim

Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) mempercayakan posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dan Pendidikan Tinggi pada Nadiem Makarim. Dia diyakini bisa menjadi sosok yang dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dalam 5 tahun ke depan.

Kehadiran mantan Bos Gojek di jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju menjadi perhatian banyak pihak termasuk Sri Mulyani. Dalam susunan menteri itu, Sri Mulyani juga kembali dipercaya menjadi Menteri Keuangan periode 2019-2024.

Ada hal menarik saat pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju, di mana Sri Mulyani mengaku sempat minder saat bertemu Nadiem Makarim. Okezone pun merangkum fakta menarik soal pertemuan itu, Minggu (3/11/2019):

1. Minder Ketemu Nadiem

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, dirinya sempat merasa 'minder' saat pelantikan jajaran Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), lantaran posisinya yang bersebelahan dengan Nadiem Makarim.

Dia menyatakan, keberadaan Nadiem menunjukkan hadirnya menteri generasi muda di pemerintahan periode 2019-2024. Sri Mulyani yang saat ini berusia 57 tahun, kini merasakan berdampingan dengan menteri paling muda, yakni Nadiem yang berusia 35 tahun.

"Waktu saya berdiri sebelahan dengan Nadiem dan mengobrol, saya menyadari i'm old now (saya sudah tua sekarang)," ujar Sri Mulyani.

2. Sri Mulyani Percaya Kehadiran Nadiem Bukti Adanya Perubahan

Sri Mulyani mengatakan, saat berbincang tersebut tak sekedar mengingatkan perbedaan generasi antara dia dengan Nadiem, tetapi perubahan yang tengah terjadi di dunia. Lantaran, dirinya berkesempatan diskusi sejenak mengenai pemikiran yang dimiliki Nadiem.

"Jadi itu good reminder (pengingat yang baik) . Itu proses yang seharusnya membuat kita sadar bahwa perubahan adalah keniscayaan, berdiri bersebelahan dengan menteri yang usianya baru 35 tahun," kata dia.

3. Sri Mulyani Terusik

Mantan Direktur Bank Dunia itu pun mengakui, kehadiran Nadiem di kabinet membuat dirinya merasa 'terusik', lantaran menandakan adanya perubahan yang nyata. Di mana, generasi muda bisa mengambil peran penting dalam mengatur suatu institusi.

"Disumpah di sebelah menteri yang so young (sangat muda), membuat saya seperti terusik (harus berubah)," imbuh dia.

4. Nadiem Bawa Perubahan di Kemenkeu

Oleh sebab itu, Sri Mulyani menekankan kepada jajaran pegawai Kemenkeu untuk tidak bersantai tetapi melakukan perubahan yang nyata. Meski kini memiliki menteri yang sama, di mana Sri Mulyani melanjutkan jabatannya di periode kedua pemerintahan Jokowi.

Terlebih lagi Wakil Menteri Suahasil Nazara yang ditunjuk Jokowi juga berasal dari internal Kemenkeu. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

"Jadi anda tak bisa tenang-tenang saja. Karena saat saya berdiri di sebelah Nadiem, dari situ saya saja bahkan sudah merasa tersundut 'you better change atau akan punah'," kata Sri Mulyani.

5. Detik-Detik Nadiem Dipercaya Jadi Mendikbud

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Nadiem Makarim ke Istana Kepresidenan. Nadiem secara terang-terangan bersedia jadi Menteri Kabinet Kerja Jilid II.

Bahkan, Nadiem Makarim memastikan sudah tidak memiliki jabatan di perusahaan transportasi daring GoJek, perusahaan yang dia dirikan.

Mundurnya Nadiem karena dirinya menerima tawaran Presiden Jokowi untuk mengisi salah satu kursi Menteri di Kabinet Kerja Jilid II. Pria yang lahir di Singapura pada 4 April 1984 itu diyakini akan menduduki kursi pemerintahan.

6. Rekam Jejak Nadiem

Pria lulusan Brown University dan meraih gelar MBA di Harvard University itu ternyata pernah bersekolah di Jakarta dan Singapura saat duduk dibangku sekolah menengah.

Nadiem memulai kariernya di McKinsey & Company sebagai konsultan manajemen di Jakarta. Kemudian pada 2010 Nadiem menciptakan perusahaan decacorn yang dikenal dengan nama Gojek. Saat ini, Gojek telah berubah menjadi super app yang menyediakan lebih dari 20 layanan.

Selain itu, pada 2016 Nadiem menerima penghargaan The Straits Times Asian of the Year dan merupakan orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut sejak ertama kali didirikan pada 2012.

Tak hanya itu, Nadiem juga berhasil masuk ke daftar inovator tahunan Bloomberg 50 pada 2018. Bloomberg menilai bahwa tidak ada platform teknologi lain (aplikasi) yang mengubah kehidupan orang Indonesia secepat dan seintegrasikan Gojek.

7. Track Record Nadiem

Track Record Nadiem memang tidak bisa diragukan, pada Mei 2019, Nadiem disebut-sebut menjadi tokoh termuda dari Asia yang menerima Nikkei Asia Prize ke 24 untuk inovasi ekonomi dan bisnis. Nadiem juga menggandakan hadiah tersebut menjadi Rp860 juta dan menyumbangkan jumlah tersebut sebagai beasiswa pendidikan untuk anak-anak pengemudi Gojek.

Pada 2017, Gojek juga berhasil masuk ke 50 Perusahaan Teratas Fortune yang Mengubah Dunia dan mendapat peringkat ke 17 di seluruh dunia.

Pada 2019, Gojek sekali lagi berhasil masuk ke 50 Perusahaan Top Fortune yang Mengubah Dunia, dan merupakan satu-satunya perusahaan Asia Tenggara yang dimasukkan dua kali dalam daftar - tahun ini melonjak ke peringkat 11 dari 52 perusahaan global. [okezone.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan