Loading...

Maju Pilwalkot Solo, Gibran: Kalau Dinasti Politik Mungkin Minta Jadi Menteri


Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, menegaskan dia tak memanfaatkan dinasti politik untuk mencalonkan diri di Pilwalkot Solo 2020. Jika memanfaatkan posisi sang ayah, kata Gibran, lebih baik dia minta kursi menteri. Tapi tentu saja hal itu tidak dia lakukan.

"Mungkin orang bilang dinasti politik. Saya itu kan ikut kontestasi, bisa dipilih bisa tidak, bisa kalah bisa menang. Ya itu, kalau dinasti politik mungkin saya minta jadi menteri atau apa saja," kata Gibran dalam talkshow acara Banteng Muda Indonesia (BMI) di Hotel Balairung, Jl Matraman, Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Seperti diketahui, Jokowi dulu terpilih menjadi Wali Kota Solo untuk dua periode. Dari Solo, barulah Jokowi menjadi Gubernur DKI hingga Presiden RI.

Kembali ke soal Gibran, dia mengaku sempat diminta menunggu masa jabatan Jokowi sebagai presiden selesai pada 2024, barulah kemudian terjun ke politik. Namun Gibran menolak.

"Kelamaan. Ya momennya itu sekarang," ucapnya.

Dengan terjun ke politik, Gibran ingin mengubah mindset bahwa politik selalu kotor. Baginya, langkah itu harus dimulai oleh anak-anak muda.

"Kalau yang mengubah bukan anak muda, ya nggak mungkin bisa. Karena ini momennya anak muda untuk jadi penggerak, bukan jadi objek yang digerakkan," kata Gibran.

Gibran sendiri kini sudah bergabung dengan PDIP dan berupaya maju ke Pilwalkot Solo 2020. Menurutnya, PDIP bisa menampung anak-anak muda.

"Partai yang punya visi-misi untuk menampung anak muda itu ya PDIP," tegasnya. [detik.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan