Loading...

Perjuangkan Iuran BPJS Disubsidi, Menkes: Saya Cinta Rakyat!


Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto memastikan akan terus memperjuangkan agar iuran BPJS bisa disubsidi pemerintah sehingga kenaikannya tidak cukup signifikan.

Terawan mengungkapkan aka segera menemui Mensesneg Pratikno, Menko PMK Muhadjir Effendi, hingga Menkeu Sri Mulyani guna membahas kemungkinan agar iuran BPJS bisa mendapat subsidi pemerintah.

"Pasti selalu ada peluang, urung ono keputusan (belum ada keputusan). Jadi saya ke Mensesneg dulu nanti ke PMK ke ini tak roadshow." ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Terawan belum bisa memastikan kapan pihaknya akan mengumumkan apakah iuran BPJS disubsidi atau tidak. Ia pun belum menemui Presiden Joko Widodo untuk membahas rencana pemberian subsidi BPJS Kesehatan kepada masyarakat.

Mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto itu menargetkan agar iuran BPJS Kesehatan untuk kelas III tidak naik sehingga masyarakat hanya membayar Rp25 ribu.

"Yah jelas, karena (saya) cinta rakyat," tegas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Perpres yang diteken pada Sabtu 24 Oktober 2019 itu menyatakan adanya kenaikan iuran dari program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Dalam Pasal 29 Perpres 75/2019 mengatur kenaikan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan untuk kelas III yang semula sebesar Rp25.000 naik secara signifikan menjadi Rp42.000.

"Besaran Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2019," demikian bunyi Pasal 29 ayat (2) pada Perpres 75/2019 itu sebagaimana yang dikutip Okezone, Selasa (29/10/2019) malam.

Adapun kenaikan iuran BPJS Kesehatan terjadi pada seluruh segmen peserta. Dalam Pasal 34 Perpres 75/2019 juga diatur bahwa iuran peserta kelas II juga mengalami kenaikan yang signifikan semua Rp51.000 naik meroket tajam menjadi Rp110.000.

Sementara untuk peserta kelas I iurannya naik sebesar dua kali lipat dari semula Rp80.000 menjadi Rp160.000.

"Besaran iuran sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (Pasal 34) mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2020," bunyi Perpres 75/2019. [okezone.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan