Loading...

Personel Paspampres Jaga Jokowi: Kami Harus 'Parno'


Dalam diskusi yang bertajuk 'Memotret Presiden Lebih Dekat', Asisten Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Kolonel Inf Gogor menceritakan bahwa dia acap kali mendapat 'cap parnoan' oleh masyarakat karena sikapnya saat menjaga Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam kacamata Paspampres, para personel memang harus melihat semua orang sebagai sebuah ancaman.

"Pas agenda bapak di CFD, Kita harus parno. Ada yang bilang 'Mas parno banget?' emang harus parno. Paspampres harus melihat orang itu sebagai sebuah ancaman. Coba kalau tiba-tiba ada yg pegang sianida terus salaman dengan presiden, gimana itu racunnya," ujar Gogor dalam diskusi 'Memotret Presiden Lebih Dekat' di Atrium Mall Neo Soho, Grogol, Jakarta Barat, Minggu (17/11/2019).

Parno adalah istilah tak baku untuk 'paranoid', semacam kekhawatiran yang berlebihan. Kolonel Inf Gogor menyebut bahwa tugasnya adalah menjaga secara dekat dengan presiden yang bertugas memastikan semua aman.

"Paspampres adalah jarak dekat fisik dengan Presiden. Kita harus tau kalau yang dekat dengan Presiden itu aman. Tugas kita harus bersinergi," imbuhnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Gogor paling dikenal oleh Presiden Jokowi sebagai orang yang suka marah-marah. Penilaian itu muncul usai terjadinya peristiwa Gogor memarahi seorang ibu-ibu yang hendak berswafoto dengan Jokowi.

"Saya dikenal Pak Jokowi karena marah-marah ke ibu-ibu karena ibu-ibu mau selfie. Terus bapak bilang 'Itu siapa yang marah-marah, biang ke dia jangan marah-marah ke ibu-ibu' kata Bapak gitu," lanjutnya.

Gogor yang sudah menjadi Paspampres sejak 2012, mengatakan bahwa dirinya sudah bertugas sejak era Pemerintahan SBY. Namun menurutnya tidak ada perbedaan yang signifikan terkait pengamanan di era SBY maupun Jokowi.

"Kita mengedepankan asas fleksibilitas. Objek yang diinginkan gimana, fleksibilitasnya yang kita jaga. Prosedurnya sama," jelasnya.

Zaman Presiden Jokowi dirasanya punya tantangan kerja yang lebih variatif. Ini karena agenda-agenda kunjungan Jokowi sering kali mendadak.

"Lebih variatif sekarang. Kadang ada acara Pak Jokowi yang mendadak. Kami baru tahu acara tersebut akan mengunjungi kemana-kemana. Kami nggak tahu juga tujuannya ke mana. Kami spontan mencari angle (sudut pandang)," kata Gogor.

Dalam diskusi tersebut hadir pula Chandra Kurniawan dari Biro Pers dan Pewarta Antara Puspa Perwitasari. Serta menampilkan pameran 67 foto jurnalistik hasil karya pewarta foto mengenai kinerja Jokowi-JK.[detik.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan bawah postingan