Loading...

Presiden Jokowi Bahas Resesi Ekonomi di Depan Pengusaha ASEAN


Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN-Republic of Korea (ROK) CEO Summit di Busan.

Dalam pidatonya Jokowi menjelaskan tentang perubahan dunia yang terjadi sangat cepat. Mulai dari big data, artificial intelligence, teknologi 4.0 sudah meruntuhkan definisi, ukuran hingga teori yang menjadi rujukan.

"Saat ini kita hidup di era apa yang dikenal dengan 'age of disruption'," kata Jokowi di Gedung Pertemuan Bexco II, Busan, Korea Selatan, Senin (25/11/2019).

Dia menjelaskan kecepatan perkembangan teknologi telah mengubah cara hidup manusia secara dramatis.

Menurutnya jika 1 dekade lalu dikenal perusahaan besar yang memiliki armada taksi, namun saat ini dengan teknologi dan perusahaan besar digantikan oleh pemilik mobil perseorangan.

"Dengan mulai uji coba mobil tanpa pengemudi dapat dibayangkan satu dekade ke depan, transportasi hanya akan dikemudikan oleh teknologi tanpa perlu adanya sopir," jelas dia.

Jokowi menambahkan, age of disruption ini memberikan peluang yang sangat besar. Namun di saat yang sama memiliki tantangan dan permasalahan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

"Tantangan ini semakin besar saat kita saksikan meningkatnya tendensi nasionalisme dan populisme ekonomi di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir. Gerakan anti pasar bebas mengemuka pendekatan proteksionisme pun semakin mendominasi," jelas dia.

Dia menjelaskan kolaborasi dan paradigma win-win yang selama beberapa dekade menjadi basis bagi kerja sama ekonomi dunia mulai tergerus dengan pendekatan transaksional dan zero-sum-game yang semakin marak.

Karena itu, jika hal ini dibiarkan maka terjadinya resesi ekonomi dunia akibat disfungsi sistem ekonomi dan keuangan global serta ketidakpercayaan terhadap institusi ekonomi dunia tahun 1930-an dapat terulang.

Menurut dia hal ini harus dihindari karena berpotensi menimbulkan kerugian yang sangat besar mulai dari negara maju, emerging economies, terlebih negara berkembang. Dunia usaha juga akan mengalami kerugian yang besar.

"Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatakan TIDAK bagi resesi ekonomi global. Di tengah berbagai tantangan ASEAN dan Korea harus merebut peluang besar dari age of disruption ini," ujarnya. [detik.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan bawah postingan