Loading...

Wapres Ma'ruf Amin Buka Konferensi World Zakat Forum di Bandung

Konferensi World Zakat Forum (WZF) kembali digelar. Kali ini Kota Bandung dipilih menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan konferensi internasional tersebut.

Konferensi internasional yang mengusung tema 'Optimizing Global Zakat Role Trough Digital Technology' itu dihadiri sejumlah tokoh organisasi pengelola zakat dari 30 perwakilan negara. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Saya merasa terhormat membuka acara yang sangat penting dalam pertemuan dunia WZF ini untuk saling bertukar pikiran, sharing mengelola zakat," ucap Ma'ruf dalam sambutannya di Crown Plaza Hotel, Kota Bandung, Selasa (4/11/2019).

Dia mengatakan, saat ini pihaknya berkomitmen untuk membangun Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah. Salah satu komitmen itu dilakukan dengan berbagai hal seperti mendukung berbagai ekonomi syariah termasuk pengembangan zakat.

"Pemerintah akan memperkuat keuangan yang berbasis syariah untuk meningkatkan industri halal, industri syariah dan juga peningkatan sosial funding," katanya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo mengatakan, tema yang diambil dalam konferensi kali ini demi mengikuti perkembangan zaman yang memasuki era teknologi 4.0. Teknologi saat ini dianggap sebagai keharusan dalam industri keuangan, dan zakat menjadi bagian penting.

"Oleh karena itu, akhir konferensi ini diharapkan menghasilkan resolusi yang baik dalam mengoptimalkan peran zakat global melalui teknologi digital," katanya.

Chaiman of WZF Organizing Committe Irfan Syauqi Beik menyatakan, pertemuan ini merupakan agenda besar di mana banyak perwakilan negara akan saling bertukar informasi mengenai pengelolaan zakat di setiap negara.

"Kita punya banyak pembicara di sini dan nantinya akan ada pertemuan-pertemuan untuk mendiskusikan mengenai pentingnya zakat dan manajemen yang tepat untuk mengurusi zakat," ucapnya.

Dia mengungkapkan, saat ini belum ada data rinci mengenai berapa jumlah zakat yang terkumpul atau berapa banyak muzaki (pemberi zakat) serta mustahik (penerima). Padahal hal itu penting agar penyaluran zakat bisa benar-benar tepat sasaran.

Melalui acara ini dia berharap, ada program-program yang bisa diselaraskan antar negara dalam mengelola zakat. "Nantinya setiap individu (muzaki dan mustahik) bisa berkembang," ucapnya. [detik.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan