Loading...

Menko Luhut: Pertamina Itu Sumber Kekacauan Paling Banyak, yang Tolak Ahok Terancam

Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebut bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sangat cocok menduduki jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Ahok dinilai memiliki kemampuan untuk mengawasi Pertamina

"Pertamina itu sumber kekacauan paling banyak," kata Luhut di Kantor Kementerian Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Selasa (10/12).

Luhut menceritakan dalam sebuah rapat dia bertemu dengan Ahok. Saat itu dia menyampaikan untuk melakukan pembenahan di tubuh Pertamina.

"Pas rapat saya bilang, 'Pak Ahok tuh kerjain itu barang (Pertamina)'. Dia kan senang yang gitu-gitu ," cerita Luhut.

Kata Luhut, pihak yang menolak kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta itu adalah orang yang posisinya terancam. Sebab, dia tak mau diperiksa dan cenderung tidak jujur.

"Kalau yang protes itu orang yang enggak suka diperiksa, enggak jujur," ujarnya.

Untuk diketahui, Ahok resmi ditunjuk jari Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sejak tanggal 22 November 2019. Ini Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) No.SK-282/MBU/11/2019 tanggal 22 November 2019.

Ahok Bawa Sinyal Positif untuk Pertamina

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto angkat bicara mengenai pengangkatan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina. Hal ini disampaikan Dwi usai acara Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Selasa (26/11)

Dwi yang juga merupakan mantan Dirut Pertamina ini menilai Ahok sebagai sosok pemberani. Keberanian ini pun dianggap dibutuhkan oleh Pertamina. Dwi menilai dari track record Ahok berani melakukan pembaruan.

"Saya kira kita itu selalu membutuhkan ide-ide pembaruan. Kalau Pak Ahok kalau kita lihat bagaimana track record beliau, beliau kan selalu berpikir sesuatu yang baru. Dan keberanian beliau saya kira sangat dibutuhkan Pertamina," ujar Dwi.

Dwi meyakini sosok Ahok akan membawa dampak positif bagi Pertamina. Terlebih saat ini, Pertamina tengah berupaya menggenjot produksinya.

"Saya kira bagus memang. Dari SKK Migas kita lihat potensi Pertamina untuk meningkatkan produksinya saat ini itu cukup besar. Kita sedang diskusikan dengan manajemen Pertamina dan itu membutuhkan investasi. Di level manajemen dan hadirnya Pak Ahok di situ maka saya yakin minyak bisa dipercepat penangkapan potensi itu," urai Dwi. [merdeka.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Loading...

Iklan bawah postingan