Loading...

Anies Singgung Banjir 2013, Stafsus Jokowi Angkie: Jangan Membandingkan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkit banjir besar pada 2013 di era Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau Tanggul Latuharhari, Jakarta Pusat. Istana menyebut musibah banjir bisa terjadi di kepemimpinan siapa pun, dan tidak perlu membanding-bandingkan.

"Yah musibah dapat terjadi di kepemimpinan gubernur DKI siapa saja. Namun yang harus dilakukan adalah bukannya memperbandingkan bagaimana besarnya banjir itu terjadi. Melainkan bagaimana pemimpin dapat cepat tanggap memberikan bantuan kepada masyarakat dan mengantisipasi musibah tersebut agar tidak terjadi lagi di masa mendatang," ujar juru bicara Presiden bidang Sosial Angkie Yudistia lewat pesan singkat, Sabtu (4/1/2020).

"Intinya tidak perlu membandingkan. Itu saja ya," imbuhnya.

Mengenai musibah banjir yang terjadi saat ini di Jabodetabek, Angkie meminta publik memperhatikan masalah evakuasi korban. Ia juga menyesalkan jika masing-masing pihak saling menyalahkan.

"Daripada salah-salahan lebih baik kita introspeksi dan bergotong-royong untuk membantu korban banjir," ujar Angkie.

Banjir besar memang sempat terjadi pada 17 Januari 2013 karena jebolnya tanggul akibat luapan Sungai Ciliwung. Akibatnya, Bundaran HI hingga Kompleks Istana kebanjiran. Untuk itu, Anies tidak ingin peristiwa tersebut terulang ketika meninjau Tanggul Latuharhari di Kanal Banjir Barat (KBB).

"Semalam meninjau tanggul Latuharhari dan Pintu Air Manggarai.⁣ Tanggul Kanal Banjir Barat di Jalan Latuharhari terus diperkuat. Rembesan air terdeteksi dini oleh Dinas SDA sejak 1 Januari lalu, puluhan petugas kita masih bekerja memperkuat tanggul agar tidak jebol kembali seperti banjir besar di 2013," kata Anies lewat Instagram, Sabtu (4/1). [detik.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Loading...

Iklan bawah postingan