Menhub: Bandara Soetta Salah Satu Paling Sibuk di Dunia


Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) merupakan salah satu bandara tersibuk di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Bandara ini mampu melayani hingga ribuan penerbangan per harinya.

Pengoperasian runway atau landasan 3 yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis lalu (23/1/2020), akan semakin memperlancar lalu lintas udara di Bandara Soetta.

"Kita tahu bahwa dengan kita sudah lebih dari 81 take off-landing satu jam, itu merupakan bandara yang sibuk. Kalau nggak salah nomor sembilan atau sepuluh di dunia. Jadi di Asia Tenggara jelas salah satu yang paling sibuk," kata Budi Karya dalam press briefing di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (26/1/2020)

"Kita selama ini merasa nggak punya kapasitas, tapi ini kesibukan yang luar biasa. Bisa dibayangkan satu pesawat dengan satu pesawat lainnya itu cuma dua menit untuk melakukan kegiatan." jelasnya.

Sejalan dengan Budi, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin juga mengatakan Soetta yang saat ini melayani puluhan ribu penumpang per harinya, bisa menjadi yang tersibuk di ASEAN setelah runway 3 beroperasi.

"Kalau kita mau compare langsung, ini pada tahap awal kita masuk area expansion. Capacity itu benar-benar signifikan, kenapa? Karena hadirnya runway 3," jelasnya.

"Terus terang saja, ini kami ... juga sedang siapkan tambahkan area parkir di seluruh area yang ada di Soetta. Ultimate dari Bandara Soekarno Hatta kami akan expand, tahapan dukung terminal sampai bisa ke 105-110 juta (penumpang per tahun)," katanya.


1.200 Pergerakan Pesawat/Hari

Direktur Utama‎ Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia.

Hal ini terbukti dari banyaknya layanan penerbangan yang mampu dilakukan di bandara ini tiap harinya, yaitu melayani sekitar 1.100-1.200 penerbangan per hari.

"Maksimal 81 movement per jam nya, per hari 1.100-1.200 (penerbangan). Di peak season (musim puncak liburan) bisa 1.300 penerbangan," katanya.

Ia mengatakan, tingginya jumlah penerbangan ini salah satunya akibat dukungan dari pembangunan infrastruktur bandara yang terus dilakukan. Salah satu yang terbaru adalah pembangunan runway atau landasan 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Runway 3 yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (23/1/2020) ini, sudah mulai beroperasi sejak Desember 2019 lalu. Novie mengatakan, sejak awal dioperasikan, efisiensi dalam hal taxi time atau masa tunggu jelang take off telah dikurangi 13,3%.

"Angka yang sudah kami kumpulkan akhir Desember, sejak Nataru (Natal dan Tahun Baru), taxi time saving 13,3%. Karena modeling di Soetta ini complicated, tapi angka yang kita kumpulkan taxi time 13,3%," katanya.

"(Dalam hal) antrean, hampir 2 bulan beroperasi, dengan adanya east cross, ada runaway 3, maksimal hanya 3-4 pesawat. Anomali cuaca jelek, ini nggak bisa masuk perhitungan," jelasnya.

Menhub Budi Karya mengatakan bahwa beroperasinya runway 3 juga telah membuat jumlah pesawat yang antre untuk mendarat (holding) maupun untuk melakukan take-off bisa berkurang tajam.

"Waktu taxi (taxi time) dari contact stand sampai take off, 25-30 menit. Sekarang efisiensi 8 menit. Holding saya cek di lapangan, nggak ada yang holding tadi," katanya. [cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan