Momen 100 Hari Jokowi-Ma'ruf di Sektor Pertahanan Keamanan


Dalam 100 hari kerja pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amien terdapat beberapa kejadian penting di sektor pertahanan keamanan yang paling banyak menyedot perhatian.
Salah satu peristiwa yang paling disorot yakni kejadian sejumlah kapal nelayan China yang dikawal Coast Guard sedang mencari ikan di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif Natuna, Kepulauan Riau. Berikut ulasannya :

1. Kapal Coast Guard China Mengawal Nelayan China di wilayah ZEE Natuna

Awal tahun lalu puluhan kapal pencari ikan asal China berada di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Natuna. Kapal-kapal ini dikawal tiga kapal Coast Guard China. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I langsung mengerahkan sejumlah kapal perang untuk mengusir kapal tersebut.

Di tengah situasi panas, Presiden Jokowi memutuskan mengunjungi Natuna. Jokowi tiba di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa sekitar pukul 11.47 WIB, Rabu (8/1/2020), dan langsung menyapa awak kapal. Tak berselang lama, Jokowi menaiki KRI Usman Harun yang tengah bersandar di dermaga.

Di sana Jokowi menemui nelayan dan melihat laut Natuna dari KRI Usman Harun. Jokowi memastikan ada penegakan hukum hak berdaulat Indonesia atas sumber daya alam di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Saya ke sini juga ingin memastikan penegakan hukum atas hak berdaulat kita, hak berdaulat negara kita Indonesia atas kekayaan sumber daya alam laut kita di zona ekonomi eksklusif. Kenapa di sini hadir Bakamla dan Angkatan Laut? Untuk memastikan penegakan hukum yang ada di sini," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan Natuna dari dulu sampai sekarang menjadi bagian teritorial Indonesia. Jokowi meminta hal tersebut tak diragukan. "Apalagi yang harus dipertanyakan nggak ada dan namanya kedaulatan tidak ada tawar menawar untuk kedaulatan kita," katanya.

Panglima Kogabwilhan I Laksamana Madya Yudo Margono menyampaikan setelah kedatangan Jokowi puluhan kapal nelayan China meninggalkan kawasan ZEE tersebut. Hanya saja masih ada kapal Coast Guard China yang masih berlayar di wilayah itu.

"Yang masih ada di situ ada kapal-kapal Coast Guard, kapal Coast Guard tersebut karena tidak mengawal kapal-kapal ikannya ya mereka boleh bebas manuvernya di ZEE Indonesia, ingat bukan di laut teritorial," katanya. Menurut Yudo, sepanjang tidak melakukan hal yang melanggar hukum internasional kapal Coast Guard China bebas melintas di kawasan ZEE.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga angkat bicara soal itu. Dia menyebut pemerintah akan membangun pangkalan militer di sejumlah wilayah termasuk di Natuna.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China menyatakan tak mempunyai perselisihan wilayah kedaulatan dengan Indonesia di perairan Natuna. Meski demikian, China mengakui ada tumpang tindih mengenai hak di kawasan ini.

"Saya ingin menekankan bahwa China dan Indonesia tidak punya sengketa soal kedaulatan teritorial. Kami punya klaim yang tumpang tindih soal hak maritim dan kepentingan pada beberapa area di Laut China Selatan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, dalam keterangan pers reguler, dilansir detikcom dari situs Kemlu China, Kamis (9/1/2020).

2. Tanah Papua yang Selalu Membara

Jelang akhir periode pertama pemerintahan Joko Widodo tanah Papua diguncang kerusuhan sebagai buntut kasus penghinaan atas dasar rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Awal periode kedua, Papua terus bergolak. Pertengahan Desember 2019, dua prajurit TNI Angkatan Darat gugur saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Dua korban itu yakni Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky.

Peristiwa ini berawal informasi yang didapatkan Satgas Gakum TNI dan Polri dari warga Sugapa soal gangguan keamanan berupa intimidasi, kekerasan fisik, serta perampokan yang dilakukan KKB.

Informasi tersebut lalu ditindaklanjuti dengan melakukan patroli pengamanan di lokasi yang diduga menjadi basis kegiatan KKB. Sekitar pukul 15.30 WIT hari Selasa (12/12/2019) terjadi kontak senjata yang mengakibatkan gugurnya dua prajurit.

Beberapa hari kemudian, baku tembak dilaporkan terjadi lagi di Intan Jaya tepatnya Distrik Ugimba, Intan Jaya, Papua. Dilaporkan ada satu prajurit gugur dan 3 lainnya terluka.

Akhir tahun 2019 ditutup dengan baku tembak di Keerom. Diperkirakan ada 10 orang anggota KKB dari kelompok Jefri Pagawak yang terlibat dalam kontak senjata saat anggota Batalyon Infantri 713/Satya Tama mengambil logistik di Pos Kaliasin.

Baku tembak kembali terjadi dengan KKB pada Sabtu (11/01/2020) pagi. Kali ini di wilayah Bandara Distrik Kenyam, Nduga. Akibatnya satu personel Brigade Mobil (Brimob) dari Polda Maluku, Bharatu Luki Darmadi terluka di bagian paha.

Terakhir hari Minggu (26/1/2020) lalu meletus kontak senjata di Distrik Sugapa, Intan Jaya. Kali ini seorang anggota KKB yang dipimpin Lekakak Telenggen tewas. Sementara seorang lagi diserahkan masyarakat pada pihak keamanan. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan