Presiden Jokowi ke Dubes RI: Nggak Zaman Lagi Ekspor Bahan Mentah!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa saat ini sudah tidak zaman melakukan ekspor bahan mentah atau raw material. Hal itu diungkapkannya saat membuka rapat kerja kepala perwakilan Republik Indonesia Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Di hadapan para duta besar (dubes) RI, Jokowi meminta para perwakilan Indonesia ini bisa mencari investor yang bisa memanfaatkan sumber daya alam (SDA) sebagai produk bernilai tinggi dan siap diekspor. Salah satu yang berpotensi adalah komoditas pertambangan, minyak kelapa sawit, dan petrokimia.

"Kita tahu yang namanya petrochemical itu masih impor, 85% masih impor, sehingga kalau kita ingin mendatangkan investasi cari produk-produk yang berkaitan dengan barang-barang substitusi impor kita. Petrokimia berkaitan dengan metanol misalnya," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Jokowi bilang keberadaan dubes RI di negara lain tugasnya mencari potensi ekonomi yang selama ini belum dioptimalkan. Apalagi posisi Indonesia masih dicap sebagai importir minyak dan gas (migas).

"Ya bagaimana agar yang namanya impor energi kita bisa turun, jangan senang kita impor gas terus atau impor minyak terus," jelas dia.

Dia menyebut, seperti batubara bisa diolah menjadi gasifikasi (DME) harus dicarikan investor yang memiliki teknologi pengubahan tersebut. Begitu juga dengan avtur, menurut Jokowi kelapa kopra di tanah air bisa diubah menjadi avtur, hanya saja perlu dicarikan investor yang memiliki teknologinya. Begitu pun untuk minyak kelapa sawit.

"Cari investornya, raw materialnya ada, materialnya ada, dan barang ini memang bisa berubah menjadi avtur. Karena avtur kita impor banyak sekali," katanya.

Dengan begitu, dikatakan Mantan Wali Kota Solo ini ke depannya Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah. Dia pun meminta kepada seluruh dubes RI untuk mencari investornya.

"Cari investasi di bidang ini jadi ekspor kita tidak bahan atau raw material lagi. Sudah nggak zamannya lagi ekspor yang namanya batubara, ekspor yang namanya bahan mentah kopra, ekspor yang namanya CPO, kita ingin ekspor kita dalam bentuk barang minimal setengah jadi atau kalau bisa barang jadi. Sehingga Bapak ibu sekalian jadi Duta investasi itu yang diincar mana yang ditembak mana ngerti," ungkapnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan