Tito Beri Saran Anies soal Dana Cadangan untuk Bencana Banjir


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan Pemprov DKI dan daerah sekitar yang terdampak 'banjir tahun baru' bisa menggunakan dana cadangan dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing.

Namun, dana APBD dari pos angaran belanja tak terduga (BTT) itu bisa digunakan asal pemda menyatakan status tanggap darurat. Hal itu, kata Tito, sudah dilakukan Pemerintah Kota Bekasi ketika Wali Kota Rahmat Effendi menetapkan status tanggap bencana.

"Di Jabar juga ada anggaran itu (BTT), ditambah dengan sisa anggaran tahun lalu, di DKI juga ada sisa anggaran tahun lalu dan BTT, di Banten juga ada. Namun memang pengeluaran itu harus dinyatakan tanggap darurat situasi itu," kata Tito usai meninjau lokasi banjir di Jati Asih, Kota Bekasi, Jumat (3/1).

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara memang memberi kuasa bagi kepala daerah untuk membuat pos belanja tidak terduga. Sementara Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 mengatur salah satu peruntukan BTT adalah membiayai tanggap darurat dan penanggulangan bencana.

Dirjen Bina Keuangan Daerah Syarifuddin menilai DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten punya sumber daya anggaran yang cukup untuk menanggulangi banjir. Namun, ada opsi BTT sebagai sumber dana lain untuk mengatasi banjir.

"Bisa digunakan terutama untuk evakuasi korban dulu. Dan saya yakin BPBD mereka sudah mengantisipasi itu," kata Syarifuddin kepada wartawan, Jumat (13/2).

Selain BTT, Syarifuddin mengatakan kepala daerah juga bisa mengotak-atik anggaran yang ada untuk menyediakan dana penanggulangan banjir.

"Diskresi sudah ada di kepala daerah. Kalau belanja tidak terduga tidak cukup, lantas tidak megambil langkah? Kan tidak mungkin. Langkah apa yg bisa diambil? Misalnya pergeseran anggaran," tuturnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menetapkan status tanggap darurat untuk lima wilayah yakni Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Indramayu

Sebelumnya, sejumlah daerah di sekitar DKI Jakarta dilanda banjir usai hujan deras mengguyur Ibu Kota sejak malam pergantian tahun. Posko banjir Jakarta mencatat jumlah pengungsi banjir di seluruh wilayah DKI Jakarta mencapai angka 31.232 orang hingga Rabu, (1/1) malam.

Sementara Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyebut jumlah korban terdampak banjir Jakarta dan sekitarnya mencapai 62.443 ribu jiwa yang tersebar di 302 titik pengungsian. [cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan