Cerita Kaesang Pangarep Bangun Bisnis Sambil Bersaing dengan Artis

Kesuksesan sebagai seorang pengusaha muda ternyata tidak diraih dengan mudah oleh Kaesang Pangarep, meski dirinya adalah putra bungsu dari Presiden Jokowi.

Saat awal-awal merintis usaha Sang Pisang, Kaesang mengaku, harus bersaing dengan produk-produk makanan milik para artis. Terlebih, kala itu produk milik artis ibu kota sedang naik daun.

"Saya enggak tahu apakah produk-produk milik artis itu masih hits apa enggak. Tapi kalau Sang Pisang masih ada sampai sekarang," ujar Kaesang saat menjadi pembicara di hadapan ratusan mahasiwa Universitas Bunda Mulia, Kemayoran, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Menurut dia, kualitas produk adalah salah satu kunci yang membuat Sang Pisang masih bertahan di tengah tren dan persaingan dunia usaha. Selain itu, kata Kaesang, harga yang kompetitif juga membuat produk tersebut masih eksis hingga kini.

Sukses berjualan pisang nugget, pria lulusan Singapore University of Social Sciences itu mulai merambah ke bisnis lainnya. Meski, tak jauh-jauh dari dunia kuliner.

Kini, Kaesang tengah sibuk mengembangkan bisnis Yang Ayam yang baru dibukanya. Kendati banyak artis yang berjualan dengan objek serupa, dia meyakini produknya akan bisa berkompetisi.

"Ya kalau Yang Ayam kan jelas saingannya ada Geprek Bensu dan Ayam Jeritnya milik Titi Kamal. Tapi ya memang semua bisa bikin produk bisnis yang hampir sama. Tapi enggak apa-apa kompetisi memang menjadikan kita lebih baik lagi," tutur dia.

Kaesang mulai menularkan kesuksesannya kepada generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa melalui PT Harapan Bangsa atau Hebat. Salah satu kegiatannya yaitu memberikan motivasi kepada anak-anak muda.

Ajak Mahasiswa Bangun Usaha

Dalam kesempatan itu, Kaesang mengajak mahasiswa untuk berani mencoba terjun di bidang usaha. Menurut dia, dunia perkuliahan merupakan waktu yang tepat untuk mengeksplorasi diri sebagai pebisnis yang inovatif.

Dia menjelaskan bahwa semakin unik produk yang ditawarkan maka akan semakin menarik minat masyarakat membeli.

"Misalnya bikin sate taichan, sekarang banyak yang rasanya pedes banget, nah kita bikin aja yang asin banget," ucap Kaesang.

Dia bahkan menantang mahasiswa yang telah memiliki produk jualan untuk datang ke kantor Hebat yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka diminta untuk mempresentasikan produk tersebut untuk kemudian disaring apakah bisa mendapat suntikan bantuan modal dari Hebat.

Selain bantuan modal, para mahasiswa atau pelaku UMKM akan mendapatkan pelatihan membangun brand produk, pengemasan, penjualan hingga pengelolaan kekuangan. Hal ini, kata Kaesang, sesuai dengan misi Hebat yaitu fokus membantu UMKM agar bisa menciptakan produk dan menciptakan lapangan kerja baru. [liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan