Pak Prabowo! Dubes Rusia Titip Pesen Nih Soal 11 Sukhoi Su-35


Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva buka suara soal rencana Menteri Pertahanan RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo membeli 11 pesawat tempur jenis Sukhoi Su-35 buatan Rusia. Menurut dia, kontrak pembelian itu sudah ditandatangani beberapa waktu lalu.

"Kami berharap itu akan segera diimplementasikan," ujar Lyudmila ketika ditemui di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

Kendati demikian, Ia tidak mengelaborasi apa yang menjadi penyebab belum diimplementasikannya kontrak pembelian itu. Namun yang pasti, menurut Lyudmila, Indonesia tidak akan rugi membeli 11 unit Sukhoi Su-35.

"Indonesia akan memiliki salah satu alat utama sistem persenjataan terbaik di dunia," kata Lyudmila.

Seperti diberitakan, Prabowo menemui Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu di kantor Kementerian Pertahanan Rusia, Moskow, Selasa (28/1/2020) waktu setempat. Banyak hal dibicarakan dalam rangka diplomasi pertahanan.

Salah satu poin penting dalam pembicaraan itu adalah rencana Prabowo menuntaskan pembelian 11 jet tempur Sukhoi Su-35 senilai US$ 1,14 miliar (Rp 15,57 triliun dengan asumsi kurs Rp 13,658.26). Demikian diungkapkan oleh Duta Besar RI untuk Rusia Wahid Supriyadi seperti dilaporkan cnnindonesia.com, Rabu (29/1/2020).

"Ya tadi disinggung juga (soal pembelian Sukhoi), itu tinggal tunggu proses saja," kata Wahid.

Kendati demikian, akan disepakati kedua negara. Pun waktu pengirimannya ke Tanah Air.

"Iya (pembicaraan seputar kontrak pembelian Sukhoi) masih on. Ya segera setelah persyaratan terpenuhi (kontrak pembelian akan disepakati)," jar Wahid.

Rencana Indonesia membeli 11 Su-35 ini sudah berlangsung dalam dua tahun terakhir. Sejumlah pihak menuturkan jet-jet tersebut akan tiba di Indonesia pada 2019. Namun, hingga kini belum ada kepastian dari Pemerintah Indonesia apakah pembelian belasan pesawat itu dilanjutkan.

Rusia tak menampik salah satu hambatan pembelian Sukhoi ini adalah bayang-bayang sanksi Amerika Serikat (AS). Meski begitu, Prabowo menegaskan Indonesia adalah negara berdaulat sehingga keputusan apa pun tidak bisa bisa diintervensi apalagi diancam negara lain.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu pada akhir November lalu menuturkan akan mengkaji ulang rencana pembelian Sukhoi tersebut terutama dari sisi efisiensi anggaran dan keuntungan yang diperoleh Indonesia. [cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan bawah postingan